RAHMA, AFIKA FADIA (2026) PENERAPAN TURNING REPOSITION DAN RANGE OF MOTION PASIF TERHADAP PENCEGAHAN LUKA TEKAN PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK INTRASEREBRAL POST CRANIOTOMI DENGAN PENURUNAN KESADARAN DI RST TK II dr. SOEPRAOEN. Karya Tulis Ilmiah thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
1. COVER LUAR.pdf
Download (260kB)
3. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (221kB)
4. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (183kB)
5. PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (214kB)
6. ABSTRAK.pdf
Download (257kB)
7. ABSTRACT.pdf
Download (201kB)
13. BAB I.pdf
Download (290kB)
14. BAB II.pdf
Download (672kB)
15. BAB III.pdf
Download (226kB)
16. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (508kB) | Request a copy
17. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (309kB) | Request a copy
18. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (285kB) | Request a copy
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (273kB)
Kata Kunci
Abstract
Pasien Cerebrovascular Accident (CVA) Intracerebral Hemorrhage (ICH) Post craniotomi dengan penurunan kesadaran merupakan kondisi yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya, salah satunya luka tekan. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan risiko luka tekan dengan fokus pada intervensi turning reposition (Alih baring) dan ROM Pasif. Turning reposition dan Range of Motion pasif dilakukan sebagai rehabilitasi tahap awal untuk mempertahankan perfusi jaringan, mengurangi tekanan berkepanjangan, dan mencegah terjadinya luka tekan. Karya ilmiah ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan instrument SOP Turning Reposition dan ROM Pasif sebagai acuan dalam pemberian intervensi. Dalam penelitian ini asuhan keperawatan yang diberikan meliputi pengkajian, diagnose, Intervensi, Implementasi dan evaluasi keperawatan. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 09 maret – 12 maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan pemberian intervensi selama 4 hari, pada awal pengkajian terdapat luka tekan derajat 1 di skapula kanan dan sacrum ditandai dengan eritema, area luka teraba hangat, tekstur kulit cenderung lembab dan basah, setelah dilakukan intervensi terbentuk jaringan granulasi yang tampak berwarna merah muda akibat angiogenesis dan proliferasi fibroblas. Setelah jaringan granulasi terbentuk, sel epitel bermigrasi dari tepi luka menuju epitalisasi untuk menutupi permukaan luka, dengan demikian perubahan warna menjadi merah muda merupakan salah satu tanda bahwa proses penyembuhan berlangsung dengan baik. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pemberian posisi alih baring setiap 2 jam dan ROM Pasif mulai dari ekstensi dan fleksi, kemudian rotasi efektif dalam mencegah terjadinya decubitus pada pasien CVA ICH dengan penurunan kesadaran. Intervensi ini dapat meningkatkan perfusi jaringan dan mempertahankan integritas kulit tanpa mengganggu kondisi hemodinamik pasien.
Kata Kunci: CVA ICH, Range of Motion pasif, turning reposition, luka tekan, penurunan kesadaran
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan > Penyakit Tidak Menular |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 08 Aug 0030 08 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 02:15 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2091 |
