KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA IBU HAMIL DENGAN PRE-EKLAMSIA BERAT BERDASARKAN KLASIFIKASI UMUR DI RSD KALISAT JEMBER

RAHMAWATI, Ria Dwi (2023) KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA IBU HAMIL DENGAN PRE-EKLAMSIA BERAT BERDASARKAN KLASIFIKASI UMUR DI RSD KALISAT JEMBER. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
001-018.pdf

Download (670kB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
019-024.pdf

Download (306kB)
[thumbnail of Bab 2] Text (Bab 2)
025-061.pdf

Download (766kB)
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
062-076.pdf

Download (745kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
077-096.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (453kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
097-098.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (297kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
099-103.pdf

Download (307kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
104-127.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Umur Ibu, Asfiksia Neonatorum, Pre-Eklamsi Berat

Abstract

Latar Belakang : Pre-eklamsia merupakan kegawatdaruratan maternal yang belum diketahui penyebab pastinya. Salah satu faktor yang menyebabkan preeklamsia yaitu umur < 20 dan ≥ 35 tahun. Pre-eklamsi dapat menimbulkan komplikasi pada bayi yang dilahirkan yaitu asfiksia neonatorum. Pada tahun 2021 terdapat 467 kasus bayi dengan asfiksia neonatorum di RSD Kalisat. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis perbedaan dan besar resiko kejadian asfiksia neonatorum pada ibu hamil PEB berdasarkan kelompok umur. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah 134 ibu bersalin dengan PEB, menggunakan Simple Random Sampling dan didapatkan 100 ibu bersalin dengan PEB. Instrumen penelitian menggunakan checklist. Analisis data menggunakan Chi Square K Sampel dan Odds Ratio. Hasil : Berdasarkan uji Chi Square K Sampel didapatkan X² hitung = 25,612 > X² tabel= 9,4877 (α = 0,05) maka diputuskan H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan kejadian asfiksia neonatorum pada ibu hamil dengan pre-eklamsia berat berdasarkan klasifikasi umur dan hasil Odds Ratio (OR) yaitu 6,833. Kesimpulan : Umur ibu yang mengalami pre-eklamsia berat lebih banyak terjadi pada kelompok umur reproduktif akan tetapi kelompok umur YMA dan AMA dengan PEB lebih banyak melahirkan bayi asfiksia neonatorum. Ibu dengan pre-eklamsi berat yang berusia < 20 dan ≥ 35 tahun mempunyai resiko 6.8 kali lebih besar melahirkan bayi dengan asfiksia neonatorum dibandingkan dengan ibu yang berusia 20-34 tahun.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Asuhan Kebidanan Kehamilan
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 24 Jun 2026 06:51
Last Modified: 24 Jun 2026 06:51
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1920

Actions (login required)

View Item
View Item