BERNIKA, ARSELIN (2023) HUBUNGAN KETEPATAN PENULISAN DIAGNOSIS DENGAN KEAKURATAN KODEFIKASI KASUS BEDAH RAWAT INAP DI RUANG TERATAI RSUD SIDOARJO. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2.COVER LUAR.pdf
Download (91kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (129kB)
4. LEMBAR KEASLIAN.pdf
Download (156kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (100kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (266kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (130kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (140kB)
9. ABSTRACT INGGRIS.pdf
Download (117kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (177kB)
11. BAB I.pdf
Download (197kB)
12. BAB II.pdf
Download (314kB)
13. BAB III.pdf
Download (263kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (483kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (148kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (161kB)
17. Lampiran.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Arselin Bernika. 2023. “Hubungan Ketepatan Penulisan Diagnosis Dengan Keakuratan Kodefikasi Kasus Bedah Rawat Inap Di Ruang Teratai RSUD Sidoarjo. Laporan Tugas Akhir D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang”. Dibimbing Oleh Prima Soultoni A. SST., MPH Ketepatan dan keakuratan kode diagnosis sangat penting karena ketidaktepatan pengkodean dapat menyebabkan berbagai dampak negatif diantaranya kesalahan penghitungan berbagai angka statistik rumah sakit, kualitas laporan yang akan digunakan untuk evaluasi pelayanan akan tidak sinkron, serta perencanaan dan pengelolaan rumah sakit, dan kepentingan riset klinik akan mengalami kendala. Selain itu, kode diagnosis yang tidak tepat dapat menyebabkan turunnya mutu pelayanan di rumah sakit serta mempengaruhi ketepatan tarif INACBG’s yang saat ini digunakan sebagai metode pembayaran untuk pelayanan pasien. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif analitik dengan cross Sectional. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, sedangkan instrument yang digunakan lembar check list. Data diolah dengan software SPSS uji chi square dengan analisis deskriptif dan bivariat. Berdasarkan hasil dari penelitian ini yang menggunakan 75 sampel rekam medis ditemukan bahwa kelompok pasien dengan penulisan diagnosis yang tepat memiliki tingkat keakuratan kodefikasi sebesar 91%, sedangkan kelompok pasien dengan penulisan diagnosis yang tidak tepat hanya memiliki tingkat keakuratan kodefikasi sebesar 9%. Diperoleh nilai p value = 0,005 < 0,05 sehingga dapat dikatakan H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh antara ketepatan penulisan diagnosis dengan keakuratan kodefikasi kasus bedah.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Rekam Medis dan Informasi Kesehatan > Coding |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 05:20 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 09:54 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1901 |
