SARI, Dewi Ambar Sekar (2023) HUBUNGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN TINGKAT ASFIKSIA NEONATORUM DI RSD. DR. SOEBANDI JEMBER. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
01-14.pdf
Download (587kB)
15-19.pdf
Download (168kB)
20-38.pdf
Download (448kB)
39-48.pdf
Download (524kB)
49-64.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (530kB) | Request a copy
65-66.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB) | Request a copy
67-69.pdf
Download (391kB)
70-93.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
Ketuban pecah dini ialah pecahnya ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan akibat hilangnya elastisitas selaput ketuban karena penipisan oleh infeksi atau rendahnya kadar kolagen. Asfiksia neonatorum adalah kegagalan pernapasan spontan dan berulang saat lahir atau beberapa saat setelah lahir, ditandai dengan hipoksemia, hiperkapnia, dan asidosis, hal ini disebabkan pasif pernafasan pertama saat bayi baru lahir mengalami kegagalan sehingga arteriol akan tetap pada vasokntriksi dan alveoli tetap terisi cairan sehingga menimbulkan kegagalan nafas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin dengan kejadian ketuban pecah dini di RSD. dr. Soebandi. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 163 responden, dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 66.90% adalah responden mengalami ketuban pecah dini. 52.80% mengalami asfiksia sedang. ini menunjukkan hampir setengahnya ibu mengalami ketuban pecah dini dan bayi dengan asfiksia sedang sebanyak 44.80%. Hasil uji analisis chi-square didapatkan hasil (p-value=0.000), yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga ada hubungan signifikan antara kejadian ketuban pecah dini dengan tingkat asfiksia neonatorum di RSD. dr. Soebandi Jember. Semakin tinggi angkakejadian ketuban pecah dini maka semakin tinggi pula tingkat asfiksia neonatorum, sebaliknya semakin rendah angka kejadian ketuban pecah dini maka semakin rendah pula tingkat asfiksia neonatorum. Diharapkan dapat memberikan pendampingan secara teratur kepada ibu hamil serta memberikan program pendidikan kesehatan dan kelas ibu hamil untuk mengurangi resiko terjadinya keruban pecah dini kepada ibu hamil, bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat menganalisis dan memberikan penanganan secara tepat dan cepat.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Persalinan |
| Depositing User: | Yeni Racmawati Yeni Racmawati |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 07:55 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 07:55 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1453 |
