FEBRIYANTI, TRI UTAMI NINIK (2024) ANALISIS FAKTOR MASA KERJA DAN GERAKAN BERULANG DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PENGRAJIN KESET DI DESA CENDONO. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (43kB)
4. Lembar Keaslian Penelitian.pdf
Download (174kB)
5. Lembar Persetujuan Pembimbing.pdf
Download (199kB)
6. Lembar Pengesahan Skripsi.pdf
Download (234kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (14kB)
8. ABSTRAK BAHASA INDONESIA.pdf
Download (17kB)
9. ABSTRACT INGGRIS.pdf
Download (16kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (773kB)
11. BAB I.pdf
Download (130kB)
12. BAB II.pdf
Download (176kB)
13. BAB III.pdf
Download (200kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (129kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (68kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (142kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (956kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (24kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Pekerjaan yang memerlukan aktivitas tangan yang berlebihan akan menyebabkan suatu permasalahan kesehatan seperti nyeri pada pergelangan tangan yang merupakan risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Menganyam kain percah dalam proses pembuatan keset banyak melakukan gerakan berulang, gerakan tangan dengan kekuatan, posisi fleksi dan ekstensi dengan waktu yang lama, sehingga menyebabkan stress pada jaringan disekitar terowongan karpal. Tujuan penelitian: menganalisa faktor masa kerja dan gerakan berulang dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Metode penelitian: kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 42 pekerja pengrajin keset. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu masa kerja, gerakan berulang, dan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Teknik analisis data menggunakan analisis crosstabulation dengan bantuan SPSS. Hasil: responden yang memiliki masa kerja lama dan berisiko mengalami Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 21 responden (50,0%). Sedangkan, responden yang melakukan gerakan berulang tinggi dan berisiko mengalami keluhan Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 22 responden (52,4%). Kesimpulan: Faktor gerakan berulang mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan dengan faktor masa kerja. Hal ini dikarenakan semakin tinggi frekuensi gerakan berulang yang dilakukan maka semakin berisiko mengalami keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Promosi Kesehatan > Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) > HSE Officer |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 03:11 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 07:09 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1339 |
