TINGKAT KECEMASAN SESAAT PASIEN PRE-OPERATIF OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) DI RSUD dr. SOEDONO MADIUN

Riskyah, Siti Natasya Qhoiril (2025) TINGKAT KECEMASAN SESAAT PASIEN PRE-OPERATIF OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) DI RSUD dr. SOEDONO MADIUN. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (663kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (104kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (68kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (115kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (27kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (172kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Kata Kunci

Tingkat Kecemasan Sesaat pre-operatif, Fraktur, STAI

Abstract

2025 KMB

Latar Belakang: Pasien pre-operatif Open Reduction Internal Fixation (ORIF) sering kali mengalami kecemasan sesaat (state anxiety) sehingga dapat mengganggu proses anestesi, menimbulkan nyeri pasca operatif, memprlama masa pemulihan dan perawatan di Rumah Sakit. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien pre-operatif ORIF. Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan sampel penelitian semua pasien fraktur yang akan menjalani operatif ORIF sebanyak 36 responden diambil menggunakan metode total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner State-Trait Anxiety Invantory (STAI) bagian state-anxiety yang terdiri dari 20 pertanyaan. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian berturut turut pasien pre-operatif ORIF 52,8% mengalami kecemasan sesaat ringan, 36,2% mengalami kecemasan sesaat sedang dan masing-masing kecemasan sesaat berat 5,6% dan 5,6% tidak cemas. Faktor yang mempengaruhi kecemasan sesat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengalaman operasi, lokasi fraktur dan anestesi. Kesimpulan: Bahwa tingkat kecemasan sesaat pada pasien fraktur yang akan melakukan ORIF berada pada kategori kecemasan ringan, namun masih terdapat beberapa pasien yang mengalami kecemasan sesaat sedang dan berat sehingga diperlukan perhatian khusus. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaktauan pasien mengenai tindakan operasi yang akan dilakukan. Diharapkan perawat dapat memberikan intervensi yang tepat untuk mengurangi kecemasan sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi dan meminimalisir lamanya masa pemulihan.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 25 Feb 2026 03:13
Last Modified: 25 Feb 2026 03:13
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/127

Actions (login required)

View Item
View Item