CAHYANI, CLAUDIA EKA EVI (2024) PERBEDAAN STATUS GIZI BAYI USIA 7-8 BULAN SETELAH DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN METODE PERAH DAN AIR SUSU IBU LANGSUNG DI WILAYAH PUSKESMAS MOJOLANGU KOTA MALANG. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (190kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (190kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (344kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (274kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (297kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (291kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (184kB)
9. ABSTRAC INGGRIS.pdf
Download (279kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (299kB)
11. BAB 1.pdf
Download (310kB)
12. BAB 2.pdf
Download (789kB)
13. BAB 3.pdf
Download (347kB)
14. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (204kB) | Request a copy
15. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (185kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (303kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (3MB)
Kata Kunci
Abstract
Pemenuhan gizi pada bayi harus dilakukan salah satunya adalah pemberian ASI dari usia 0-6 bulan. Metode pemberian ASI pada bayi ada dua yaitu dengan metode perah dan metode langsung. Tujuan penelitian untuk menjelaskan perbedaan status gizi bayi usia 7-8 bulan setelah diberikan ASI eksklusif dengan pemberian metode perah dan air susu ibu langsung. Peneliti menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 32 responden yang dibagi menjadi kelompok pemberian ASI dengan metode perah dan langsung. Uji yang digunakan meliputi uji normalitas kolmogorov smirnov dilanjutkan dengan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi bayi usia 7-8 bulan setelah diberikan ASI eksklusif dengan pemberian metode perah dan air susu ibu langsung mengarah ke beresiko gizi lebih pada kelompok perah (breast pumping) dibandingkan dengan kelompok langsung (direct breastfeeding) pada indikator penilaian status gizi berdasarkan BB/U (1,515 SD) dan IMT/U (1,793 SD). Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan ditemukan antara kelompok pemberian ASI dengan metode perah dan langsung pada penilaian status gizi berdasarkan BB/U (p=0,002) dan IMT/U (p=0,004) tetapi tidak dengan penilaian status gizi berdasarkan TB/U atau PB/U. Metode pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan berat badan normal bayi. Selain itu terdapat perbedaan yang signifikan status gizi bayi antara metode pemberian ASI dengan perah dan langsung. Bayi dengan metode perah cenderung berisiko gizi lebih. Diharapkan kepada orang tua terutama ibu untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi apapun metode pemberian ASI eksklusif baik perah maupun langsung bagus dikarenakan memberikan ASI eksklusif dapat meningkatkan percepatan pertumbuhan dan perkembangan bayi serta mempertahankan status gizi normal bayi.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Anak |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 02 May 0006 15 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 02:15 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1268 |
