HUBUNGAN DEMENSIA DENGAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA

Huliana, Indy Marchita Huliana (2025) HUBUNGAN DEMENSIA DENGAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (489kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (311kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (263kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (490kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (137kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Kata Kunci

demensia, activity of daily living (ADL), lansia, ketergantungan, kognitif

Abstract

2025 Keperawatan Gerontik

Latar Belakang : Demensia pada lansia dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif yang berdampak pada aktivitas sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL). Kondisi ini meningkatkan ketergantungan lansia dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, mandi, dan berpakaian. Tujuan Penelitian : menganalisis hubungan antara tingkat demensia dengan Activity of Daily Living (ADL) pada lansia di UPT PSTW Blitar, serta mengidentifikasi tingkat demensia dan kemampuan ADL pada lansia di UPT PSTW Blitar Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2025. Populasi studi penelitian ini adalah lansia yang terdata di UPT PSTW Blitar. Sampel dengan jumlah 35 lansia. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menghitung persentase distribusi frekuensi kategori dan bivariat dengan uji Spearman Rho untuk mengetahui hubungan antar variabel.. Hasil Penelitian : Penelitian ini melibatkan 35 lansia di UPT PSTW Blitar, dengan mayoritas berusia 60–74 tahun (66%) dan jenis kelamin hampir seimbang (51% laki-laki, 49% perempuan). Sebagian besar lansia mandiri penuh (46%), namun (45%) mengalami ketergantungan. Mayoritas lansia menunjukkan gangguan kognitif ringan hingga sedang (80%). Analisis bivariat dengan uji Spearman Rho menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat demensia dan ADL (r = 0,749, p = 0,000), yang mengindikasikan bahwa semakin berat gangguan kognitif, semakin tinggi ketergantungan pada aktivitas harian. Kesimpulan : Ada hubungan hubungan kuat antara tingkat demensia dan kemandirian ADL pada lansia. Lansia dengan demensia ringan masih mandiri, sementara yang dengan demensia sedang hingga berat lebih bergantung pada bantuan.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Gerontik
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 18 Feb 0002 04
Last Modified: 20 Feb 2026 07:42
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/98

Actions (login required)

View Item
View Item