GAMBARAN ASUPAN MAKANAN PASIEN TUMOR OTAK POST CRANIOTOMY DI RUANG WIJAYA KUSUMA DI RSUD dr. SOEDONO MADIUN

MARYANTI, FEBY MARYANTI (2025) GAMBARAN ASUPAN MAKANAN PASIEN TUMOR OTAK POST CRANIOTOMY DI RUANG WIJAYA KUSUMA DI RSUD dr. SOEDONO MADIUN. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (608kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (226kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (458kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (554kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (519kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (269kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Kata Kunci

tumor otak, craniotomy, asupan makanan

Abstract

2025 KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Tumor otak adalah kondisi di mana sel di otak atau sekitarnya tumbuh secara abnormal yang memerlukan tindakan bedah craniotomy. Pasca operasi, perubahan kondisi fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi pola asupan makan sehingga menghambat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi pasien, pola asupan makanan, permasalahan saat makan, informasi dari petugas kesehatan, eliminasi serta perkembangan asupan pasien tumor otak post craniotomy selama perawatan. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, data sekunder terhadap lima partisipan. Penelitian ini dilakukan di ruang Wijaya Kusuma D RSUD dr. Soedono Madiun, pada periode 20 Januari hingga 15 Maret 2025. Proses analisa data dilakukan dengan bantuan aplikasi open code. Hasil penelitian didapatkan keluhan yang dirasakan pasien bertambah setelah tindakan operasi dilakukan. Asupan makanan partisipan sebelum operasi baik, namun tiga partisipan mengalami penurunan setelah operasi, dengan tekstur makanan yang dikonsumsi cenderung lunak. Permasalahan ketika mengkonsumsi makanan dialami meliputi perasaan mual, rasa ketarik di mulut dan sakit saat menelan. Informasi dari petugas kesehatan dianjurkan mengonsumsi putih telur 4–5 butir per hari dan masih terdapat kesalahpahaman dalam penerapannya. Sistem eliminasi seluruh partisipan menggunakan kateter, dengan beberapa mengalami gangguan buang air besar. Perkembangan asupan makanan kelima partisipan mengalami peningkatan selama masa perawatan. Pemantauan dan edukasi asupan makanan yang cukup secara lengkap dari tenaga kesehatan diperlukan untuk mendukung pemulihan pasien dan meningkatkan pemahaman keluarga tentang pentingnya nutrisi.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 15 Feb 2026 09:20
Last Modified: 23 Feb 2026 05:33
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/81

Actions (login required)

View Item
View Item