ANDRIANI, SELFIYAH (2025) PEMBERIAN TEKNIK TEPID WATER SPONGE PADA AN. R DENGAN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) DI RUANG EMPU TANTULAR RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
1 SAMPUL.pdf
Download (704kB)
2 COVER LUAR.pdf
Download (217kB)
3 COVER DALAM.pdf
Download (217kB)
4 LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (230kB)
5 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (361kB)
6 LEMBAR ORISINALITAS.pdf
Download (185kB)
7 LEMBAR PERSEMBAHAN DAN MOTTO.pdf
Download (261kB)
8 KATA PENGANTAR.pdf
Download (288kB)
9 ABSTRAK.pdf
Download (168kB)
10 ABSTRACT.pdf
Download (166kB)
11 DAFTAR ISI.pdf
Download (217kB)
12 BAB I.pdf
Download (303kB)
13 BAB II.pdf
Download (622kB)
14 BAB III.pdf
Download (348kB)
15 BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (520kB) | Request a copy
16 BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (223kB) | Request a copy
17 BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (175kB) | Request a copy
18 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (400kB)
19 LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Peningkatan suhu tubuh pada pasien anak dengan Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam pelaksanaan aktivitas sehari-hari, sehingga membutuhkan tindakan farmakologis dan non farmakologis. Intervensi non farmakologis yang bisa diberikan untuk menurunkan suhu tubuh dan bisa memberikan rasa nyaman pada pasien anak yaitu dengan pemberian terapi Tepid Water Sponge. Tujuan Penelitian: Menganilisis pemberian teknik Tepid Water Sponge pada An. R dengan kasus Dengue Haemorragic Fever (DHF) di Ruang Empu Tantular RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus yang dilakukan 1 pasien anak dengan diagnosa medis Dengue Haemorrhagic Fever (DHF). Hasil: Hasil asuhan keperawatan pada An.R setelah diberikan terapi Tepid Water Sponge selama 3 hari menunjukkan adanya rasa nyaman dan suhu tubuh dapat menurun dari 38,9oC menjadi 36,3oC. Terapi Tepid Water Sponge dapat memberikan rasa nyaman pada pasien, karena rangsangan yang diberikan pada kulit dapat membuat termoreseptor perifer memberikan informasi kepada hipotalamus bahwa suhu diluar lebih panas dibandingkan dengan suhu tubuh, kemudian termoreseptor tubuh akan melakukan vasodilatasi pembuluh darah perifer. Kesimpulan: Masalah keperawatan gangguan mobilitas dini teratasi sebagian sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Saran dari studi kasus ini yaitu diharapkan pembaca dapat menerapkan terapi Tepid Water Sponge apabila anak mengalami demam > 37,5oC.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Anak |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 08 May 2026 05:54 |
| Last Modified: | 08 May 2026 05:54 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/783 |
