SANTIKA, MIA (2025) IMPLEMENTASI ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY (ACT) PENDEKATAN MODEL INTERPERSONAL PEPLAU PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (150kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (150kB)
4. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (208kB)
5. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (137kB)
6. LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (194kB)
7. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (217kB)
8. ABSTAC INGGRIS.pdf
Download (216kB)
9. KATA PENGANTAR.pdf
Download (218kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (114kB)
11. BAB 1.pdf
Download (229kB)
12. BAB 2.pdf
Download (448kB)
13. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (118kB) | Request a copy
14. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (260kB) | Request a copy
15. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (239kB) | Request a copy
16. BAB 6.pdf
Download (219kB)
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (328kB)
18. LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Halusinasi merupakan gangguan persepsi sensorik yang apabila tidak dikendalikan, dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain karena berisiko menimbulkan perilaku bunuh diri, mencederai diri, atau agresivitas terhadap orang di sekitarnya. Salah satu mekanisme untuk mengendalikan adalah pemberian terapi ACT. Tujuan penelitian ini menganalisis kemampuan pasien dengan halusinasi pendengaran dalam mengontrol halusinasi setelah dilakukan implementasi ACT dengan pendekatan model interpersonal Peplau. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Intervensi dilakukan selama tiga hari, mengacu pada empat fase sesuai model interpersonal Peplau: fase orientasi, identifikasi, eksploitasi, dan resolusi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi dari 3 – 4 kali sehari menjadi 1 kali sehari. Evaluasi berdasarkan indikator Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) menunjukkan penurunan pada verbalisasi mendengar sesuatu, distorsi sensori, perilaku halusinasi, dan peningkatan interaksi sosial. Kesimpulannya, terapi ACT dapat memberikan perubahan perilaku ke arah positif dalam membantu klien mengontrol halusinasi. Dengan pendekatan interpersonal Peplau, hubungan saling percaya yang dibangun antara perawat dan pasien berperan besar dalam membantu pasien mengungkapkan pengalaman halusinasi, sehingga pasien merasa diterima tanpa dihakimi dan akhirnya mampu membentuk komitmen untuk tidak lagi melakukan perilaku maladaptif. Pendekatan ini dapat menjadi intervensi keperawatan yang aplikatif dan mandiri untuk mengontrol halusinasi pada pasien.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Jiwa |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 08 May 2026 05:43 |
| Last Modified: | 08 May 2026 05:43 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/766 |
