SHARON, DINDA HAPSARI CAHYA MAWAR (2025) PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN OKSIGENASI (ASMA BRONKIAL) DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (123kB)
ABSTRAK INGGRIS.pdf
Download (122kB)
BAB I.pdf
Download (170kB)
BAB II.pdf
Download (400kB)
BAB III.pdf
Download (166kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (297kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (240kB) | Request a copy
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (222kB) | Request a copy
COVER DALAM.pdf
Download (168kB)
COVER LUAR.pdf
Download (168kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (170kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (194kB)
HALAMAN ORISINALITAS.pdf
Download (120kB)
HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (264kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (144kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING.pdf
Download (135kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Asma adalah penyakit kronis yang menyebabkan penyempitan saluran napas dan gangguan oksigenasi. Terapi obat sering kurang efektif karena ketidakpatuhan dan efek samping. Di Indonesia, tingginya kasus asma memerlukan pendekatan tambahan, salah satunya teknik pernapasan Buteyko. Teknik ini membantu mengatur napas dan mengurangi hiperventilasi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan teknik Buteyko pada pasien asma dengan sesak napas di Instalasi Gawat Darurat. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien dengan riwayat asma bronkial. Intervensi yang diberikan berupa kombinasi pemberian bronkodilator inhalasi dan teknik pernapasan Buteyko dalam posisi Fowler 90°. Hasil Penelitian: Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen menjadi 99%, serta penurunan keluhan sesak napas dan batuk berdahak. . Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko bekerja dengan cara mengoreksi pola pernapasan yang berlebihan (hiperventilasi), sehingga mampu menstabilkan kadar karbon dioksida (CO₂) dalam darah. Melalui pelatihan yang konsisten dalam perawatan asma akut dapat menjadi strategi efektif dan holistik dalam meningkatkan status respirasi pasien, pernapasan yang lebih lambat dan terkontrol membuat pertukaran oksigen di paru-paru menjadi lebih efisien, sehingga saturasi oksigen (SpO₂) dalam darah ikut membaik. Secara keseluruhan, latihan ini membantu paru-paru bekerja lebih optimal dan meningkatkan kualitas pernapasan pada pasien asma.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 08 May 2026 05:31 |
| Last Modified: | 08 May 2026 05:31 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/749 |
