SALMADIINA, HANIN TSABITAH (2025) Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Parameter Fisiologis Bayi Baru Lahir Di Tempat Praktik Mandiri Bidan. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
ABSTRACT.pdf
Download (84kB)
ABSTRAK.pdf
Download (84kB)
BAB I.pdf
Download (100kB)
BAB II.pdf
Download (424kB)
BAB III.pdf
Download (223kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (191kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (36kB) | Request a copy
COVER DALAM.pdf
Download (67kB)
COVER LUAR.pdf
Download (66kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (32kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (114kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (83kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (872kB)
LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (108kB)
LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (95kB)
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (73kB)
Kata Kunci
Abstract
Salmadiina, Hanin Tsabitah. 2024. Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Parameter Fisiologis Bayi Baru Lahir Di Tempat Praktik Mandiri Bidan. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pemimbing Utama: Naimah,SKM.,M.Kes. Pembimbing Pendamping: Ita Yuliani, SST.,M.Keb. Inisiasi menyusu dini (IMD) merupakan langkah awal penting dalam pemberian ASI eksklusif dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan bayi. Namun, cakupan IMD di Provinsi Jawa Timur tahun 2019 masih berada di bawah target nasional, yakni sebesar 67,7% (Kemenkes, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMD dan parameter fisiologis bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah bayi baru lahir di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) di Malang pada bulan April–Mei 2024. Sampel sebanyak 42 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Data sekunder dikumpulkan menggunakan lembar dokumentasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas bayi yang menjalani IMD memiliki parameter fisiologis yang stabil: 85% memiliki suhu tubuh normal, dan 100% memiliki detak jantung serta frekuensi pernapasan normal. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMD dengan suhu tubuh (p=0,019), detak jantung (p=0,000), dan frekuensi pernapasan (p=0,048) bayi. Hasil ini menunjukkan bahwa IMD berpengaruh positif terhadap stabilitas parameter fisiologis bayi baru lahir. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk mengoptimalkan pelaksanaan IMD pada bayi baru lahir tanpa indikasi kegawatdaruratan..
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Neonatus dan Bayi Baru lahir |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 07 May 2026 05:37 |
| Last Modified: | 07 May 2026 07:55 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/585 |
