Mutiara, Ilma Nur (2025) Inovasi Usaha Formulasi Cookies Substitusi Tepung Hati Ayam (Gallus gallus domesticus) dan Tepung Kedelai (Glycine max) sebagai Alternatif Selingan untuk Mencegah Anemia Remaja Putri (AnalisisAspek Produk, Finansial, SWOT, dan Kepuasan Konsumen). Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
Abstrak Bahasa Indonesia.pdf
Download (165kB)
Abstrak Bahasa Inggris.pdf
Download (165kB)
Bab 1.pdf
Download (285kB)
Bab 2.pdf
Download (353kB)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (507kB) | Request a copy
Bab 4.pdf
Download (699kB)
Bab Kesimpulan.pdf
Restricted to Registered users only
Download (168kB) | Request a copy
Biodata.pdf
Download (156kB)
Daftar Gambar.pdf
Download (226kB)
Daftar Isi.pdf
Download (175kB)
Daftar Lampiran.pdf
Download (166kB)
Daftar Referensi.pdf
Download (241kB)
Daftar Tabel.pdf
Download (169kB)
Halaman Judul.pdf
Download (164kB)
Kata Pengantar.pdf
Download (166kB)
Lampiran.pdf
Download (1MB)
Lembar Pengesahan.pdf
Download (843kB)
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi KTI.pdf
Download (232kB)
Lembar Persetujuan .pdf
Download (474kB)
Kata Kunci
Abstract
Ilma Nur Mutiara, 2025. Inovasi Usaha Formulasi Cookies Substitusi Tepung Hati Ayam (Gallus gallus domesticus) dan Tepung Kedelai (Glycine max) sebagai Alternatif Selingan untuk Mencegah Anemia Remaja Putri (Analisis Aspek Produk, Finansial, SWOT, dan Kepuasan Konsumen). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma 3 Gizi, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing: Ir. Astutik Pudjirahaju., M.Si. Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri, terutama akibat rendahnya asupan zat besi. Untuk mencegah anemia, diperlukan inovasi pangan yang kaya nutrisi, praktis, dan disukai oleh target pasar. Menganalisis Inovasi Usaha Formulasi Cookies Substitusi Tepung Hati Ayam (Gallus gallus domesticus) dan Tepung Kedelai (Glycine max) sebagai Alternatif Selingan untuk Mencegah Anemia Remaja Putri dalam aspek produk, finansial, SWOT, dan kepuasan konsumen. Observasi, studi pustaka dan survei. Desain kemasan dan label produk dikemas dalam plastik ziplock dengan desain label yang sesuai dalam Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018. Hasil analisis biaya usaha diketahui biaya modal sebesar Rp 239.575 mampu memproduksi 30 pcs, diperoleh hasil penerimaan sebesar Rp 300.000 dengan keuntungan sebesar Rp 60.425. Nilai kelayakan usaha ditunjukkan dengan nilai BEP produk sebanyak 24 pcs dan BEP harga Rp 7.985, serta ROI sebesar 25% dan R/C ratio dengan nilai 1 yaitu 1,25. Tingkat kepuasan konsumen mayoritas konsumen memberikan penilaian positif terhadap cita rasa, label, dan harga produk, meskipun kemasan masih memiliki peluang untuk diperbaiki agar lebih menarik.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi Pangan |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 04 Jul 2026 37:50 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:37 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/489 |
