HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSD KALISAT JEMBER

Amarta,, Cindy (2023) HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSD KALISAT JEMBER. Skripsi thesis, Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan.

[thumbnail of Cover-Abstrak] Text (Cover-Abstrak)
001-018.pdf

Download (804kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
019-024.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
025-051.pdf

Download (391kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
052-064.pdf

Download (529kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
065-080.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (330kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
081-082.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (307kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
083-086.pdf

Download (396kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
087-106.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Kata Kunci: Preeklampsia, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Abstract

081 002 2023
Amarta, Cindy. 2023. Hubungan Preeklampsia dengan Kejadian Bayi
Berat Lahir Rendah di RSD Kalisat Tahun 2022. Skripsi.
Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember. Pembimbing
Utama: Kiswati, SST., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Dian
Aby Restanty, SST., M.Keb.
Latar Belakang: Berdasarkan Kemenkes tahun 2020, AKB pada tahun 2019
mencapai 29.322 kematian. Penyebab AKB tertinggi adalah kondisi bayi
berat lahir rendah (BBLR) dengan jumlah 7.150 kematian atau 35,3%. Salah
satu faktor penyebab terjadinya BBLR ialah riwayat kehamilan dengan
preeklampsia karena adanya vasospasme pembuluh darah, sehingga aliran
darah uteroplasenta ke janin terbatas, dan mengakibatkan janin dapat terlahir
dalam keadaan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
preeklampsia dengan kejadian bayi berat lahir rendah di RSD Kalisat.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan
pendekatan retrospektif, menggunakan teknik simple random sampling
sebanyak 183 responden dengan sampel data sekunder sebagian ibu bersalin
yang mengalami preeklampsia. Instrumen yang digunakan adalah lembar
checklist. Dianalisis menggunakan uji chi-square yang dilanjutkan dengan uji
koefisien kontingensi. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa: Sebagian besar
ibu bersalin yang mengalami preeklampsia (85,7%) dan yang melahirkan
BBLR (24,5%). Hasil analisa didapatkan p-value 0,000 < α = 0,05 Ha
diterima, artinya ada hubungan preeklampsia dengan kejadian Bayi Berat
Lahir Rendah di RSD Kalisat Kabupaten Jember Tahun 2022. Kesimpulan:
Terdapat hubungan preeklampsia dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah
karena preeklampsia dapat mengganggu aliran darah ke plasenta sehingga
pembuluh darah menyempit dan mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin
serta bayi lahir dengan berat badan rendah.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Asuhan Kebidanan Neonatus dan Bayi Baru lahir
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 0006
Last Modified: 06 May 2026 06:22
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/477

Actions (login required)

View Item
View Item