SUGANDA, DIAN MAYA SARI (2025) STUDI KASUS ASUHAN GIZI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II KOMPLIKASI CHRONIC KIDNEY DISEASE NON HEMODIALISA DAN HIPERTENSI DI BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM RUANG SADEWA RSUD KABUPATEN JOMBANG. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
Cover Luar.pdf
Download (135kB)
Cover Dalam.pdf
Download (135kB)
Daftar Isi.pdf
Download (114kB)
Halaman Pengesahan.pdf
Download (205kB)
Halaman Pernyataan Orisinalitas.pdf
Download (125kB)
Persetujuan Pembimbing.pdf
Download (169kB)
Kata Pengantar.pdf
Download (101kB)
Abstrak Indonesia.pdf
Download (101kB)
Abstrak Inggris.pdf
Download (102kB)
BAB 1.pdf
Download (119kB)
BAB 2.pdf
Download (326kB)
BAB 3.pdf
Download (208kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (496kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (102kB) | Request a copy
Daftar Pustaka.pdf
Download (194kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Asuhan gizi sangat penting bagi pasien Diabetes Melitus Tipe II komplikasi Chronic Kidney Disease (CKD) non hemodialisa dan hipertensi untuk membantu mengontrol asupan makanan sesuai diet DMB2, memperlambat progresivitas penyakit, dan mencegah malnutrisi. Tujuan Penelitian: Melaksanakan asuhan gizi pada pasien Diabetes Melitus Tipe II komplikasi CKD non hemodialisa dan hipertensi di Ruang Sadewa RSUD Kabupaten Jombang menggunakan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Metode Penelitian: Penelitian deskriptif observasional dengan rancangan studi kasus pada November 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara dan peninjauan data antropometri, biokimia, fisik klinis, serta hasil monitoring dan evaluasi. Hasil Penelitian: Ny. AN, 51 tahun, dengan keluhan oedema dan asites, memiliki IMT 22,4 kg/m² dan risiko malnutrisi. Antropometri normal, biokimia menunjukkan hemoglobin dan hematokrit rendah (anemia), eritrosit rendah (eritrositopenia), limfosit rendah (limfooenia), monosit tinggi (monositosis), kreatinin tinggi (hiperkreatininemia) urea tinggi (uremia), dan albumin rendah (hypoalbuminemia). Fisik klinis menunjukkan pusing, mual, sesak, lemas, asites, oedema, hipertensi tingkat 1, dan takipnea. Asupan menurun, dengan riwayat penyakit diabetes melitus tipe 2 dan sudah pernah mendapat edukasi. Diagnosis gizi meliputi NI-2.1, NI-5.3, NC-2.2, NB-1.1, NB-1.2. Intervensi berupa diet DMB2 dan edukasi gizi. Monitoring menunjukkan antropometri dan biokimia stabil, kondisi fisik membaik, tekanan darah normal, namun respiratory rate masih tinggi (takipnea atau sesak), dan terdapat peningkatan asupan zat gizi serta pengetahuan terkait diet. Kesimpulan: Asuhan gizi rawat inap memberikan dampak positif terhadap peningkatan asupan energi dan zat gizi makro serta mikro.
Kata Kunci : Asuhan Gizi , Chronic Kidney Disease, Diabetes Melitus, Hipertensi, Intervensi Gizi
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi Seimbang |
| Depositing User: | Siwi Wulandari Siwi Wulandari |
| Date Deposited: | 0002 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 02:25 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/389 |
