NASUHA, YUSRON (2026) HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN TINGKAT STRES KERJA DAN KONFLIK INTERPERSONAL PADA PERAWAT KAMAR BEDAH. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
2. Cover Luar.pdf
Download (86kB)
4. Lembar Pernyataan Keaslian.pdf
Download (31kB)
5. Lembar Persetujuan.pdf
Download (135kB)
6. Lembar pengesahan.pdf
Download (526kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (140kB)
9. Abstrak Inggris.pdf
Download (140kB)
11. BAB I.pdf
Download (219kB)
12. BAB II.pdf
Download (302kB)
13. BAB III.pdf
Download (286kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (286kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (146kB) | Request a copy
16. Daftar Pustaka.pdf
Download (219kB)
Kata Kunci
Abstract
Stres kerja dan konflik interpersonal merupakan dua permasalahan utama yang memengaruhi kondisi psikologis, efektivitas kerja, serta kualitas hubungan profesional
perawat, terutama pada lingkungan kamar bedah yang memiliki tekanan tinggi, ritme cepat, serta tuntutan akurasi tindakan. Gaya kepemimpinan kepala ruangan menjadi salah
satu faktor organisasi yang berpotensi memperkuat atau meredam kedua masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat stres kerja dan konflik interpersonal pada perawat kamar bedah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 90 perawat kamar bedah di RS Lavalette Malang, RSUD Mardi Waluyo Blitar, dan RSUD Ngudi Waluyo Blitar melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Nursing Stress Scale (NSS), Interpersonal Conflict at Work Scale (ICAWS), dan Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional merupakan gaya yang paling dominan diterapkan (41,1%), diikuti gaya transaksional (31,1%) dan laissez-faire (27,8%). Tingkat stres kerja responden sebagian besar berada pada kategori sedang (60%), sedangkan
konflik interpersonal juga didominasi kategori sedang (45,6%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat stres kerja dengan nilai p-value 0,000 dan koefisien korelasi -0,530 serta konflik interpersonal dengan nilai p-value 0,000 dan koefisien korelasi -0,664. Penelitian ini membuktikan bahwa semakin memotivasi, mengarahkan, dan memberdayakan gaya kepemimpinan terutama gaya transformasional semakin rendah tingkat stres kerja dan konflik interpersonal yang dialami perawat kamar bedah.
Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja, Konflik Interpersonal, Perawat Kamar Bedah
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Manajemen Keperawatan |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan (Str.Kep.) > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 04 ['lib/utils:month_short_30' not defined] 0009 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 04:14 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/3090 |
