Azizah, Reni Nur (2026) Gambaran Kesehatan Mental Kelompok Remaja Kelas XII SMAN 1 BABADAN Berdasarkan Pemeriksaan Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20). Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstrak_Reni.pdf
Download (18kB)
BAB 1_Reni.pdf
Download (156kB)
BAB 2_reni.pdf
Download (660kB)
BAB 3_reni.pdf
Download (518kB)
BAB 4_reni.pdf
Restricted to Registered users only
Download (470kB) | Request a copy
BAB 5_reni.pdf
Restricted to Registered users only
Download (346kB) | Request a copy
Dapus_Reni.pdf - Bibliography
Download (347kB)
Lampiran_reni.pdf - Supplemental Material
Download (2MB)
Kata Kunci
Abstract
Pendahuluan: Masalah kesehatan mental pada remaja adalah isu global yang penting, dengan prevalensi 14% di dunia dan 5,5% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kesehatan mental siswa kelas XII di SMAN 1 Babadan mengenai tekanan akademik yang memicu stres pada siswa. Metode: Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan kuesioner Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk skrining. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi untuk melihat indikasi gangguan mental emosional. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa 50% responden terindikasi mengalami masalah kesehatan mental, mayoritas adalah perempuan (93,3%). Gejala dominan meliputi kecemasan (43,3%), diikuti penurunan energi (36,7%), gangguan kognitif (30%), somatik (25%), dan depresi (18,3%). Tercatat (63,6%) responden yang mengalami depresi memiliki ide bunuh diri. Diskusi: Tingginya masalah mental berkaitan dengan beban akademik. Remaja perempuan lebih rentan terhadap tekanan psikologis akibat fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi respons stres pada sumbu HPA. Ketidakstabilan ini dapat memicu kecemasan hingga depresi, menurunkan prestasi akademik, serta meningkatkan risiko ide bunuh diri, sehingga memerlukan intervensi klinis segera. Kesimpulan: Kesehatan mental remaja perlu penanganan serius karena masa transisi yang menghadapi tekanan akademik dan perencanaan masa depan. Jika tidak ditangani, berisiko berkembang menjadi gangguan jiwa yang lebih berat, serta depresi yang dapat memicu pemikiran bunuh diri. Rekomendasi: Dibutuhkan integrasi kolaboratif tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan primer untuk kesehatan remaja dan sekolah melalui UKS dan program konseling. Meliputi pelatihan skrining SRQ-20 dan edukasi kesehatan jiwa. Kolaborasi ini penting untuk intervensi klinis tepat waktu.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Jiwa |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo |
| Depositing User: | Wijaya wie Hardiati |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 01:02 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 01:03 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2765 |
