BISMILLAH, Bq Atania Khanzain (2026) RISIKO STUNTING BERDASARKAN WAKTU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTI JEMBER. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
COVER SKRIPSI TANIA.pdf
Download (1MB)
BAB 1 SKRIPSI TANIA.pdf
Download (411kB)
BAB 2 SKRIPSI TANIA.pdf
Download (708kB)
BAB 3 SKRIPSI TANIA.pdf
Download (720kB)
BAB 4 SKRIPSI TANIA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (571kB) | Request a copy
BAB 5 SKRIPSI TANIA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (348kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA SKRIPSI TANIA.pdf
Download (472kB)
LAMPIRAN SKRIPSI TANIA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kejadian stunting adalah waktu pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai rekomendasi berpotensi memengaruhi status gizi dan pertumbuhan anak. Tujuan: Mengetahui risiko kejadian stunting berdasarkan waktu pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Panti Jember. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain case control. Populasi penelitian berjumlah 1.264 balita, dengan sampel sebanyak 304 balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar pengumpulan data melalui wawancara kepada ibu balita dan dianalisis menggunakan Odds Ratio (OR) dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil: Sebanyak 254 balita (83,6%) mengalami stunting dan 181 balita (59,5%) memperoleh MP-ASI pada waktu yang tepat. Hasil analisis menunjukkan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 0,579 dengan 95% Confidence Interval (CI) = 0,301–1,114 dan p-value = 0,099 (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa waktu pemberian MP-ASI bukan merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Panti Jember. Kesimpulan: Waktu pemberian MP-ASI tidak terbukti sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan faktor lain seperti kualitas dan kuantitas MP-ASI, status gizi ibu, penyakit infeksi, pola asuh, sanitasi lingkungan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Neonataus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.) |
| Depositing User: | Yeni Racmawati Yeni Racmawati |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 07:17 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 07:17 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2574 |
