Agnistyasa, Elvita Delivia (2025) Penerapan Latihan ROM dan Senam Ergonomik dalam Asuhan Keperawatan Pada Lansia Gout Arthritis dengan Gangguan Mobilitas Fisik. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
ABSTRAK.pdf - Other
Download (189kB)
BAB 1.pdf - Other
Download (316kB)
BAB 2.pdf - Other
Download (909kB)
BAB 3.pdf - Other
Download (428kB)
BAB 4.pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (336kB) | Request a copy
BAB 5.pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (196kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography
Download (213kB)
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material
Download (2MB)
MANUSKRIP JURNAL ELVITA.docx - Supplemental Material
Download (62kB)
Kata Kunci
Abstract
Gout Arthritis sering dikenal dengan penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit radang sendi yang terjadi di lingkungan masyarakat dan sering muncul pada kelompok pra-lansia atau lansia lebih dari 45 tahun. Gangguan mobilitas fisik sering menjadi masalah keperawatan pada kasus gout arthritis akibat Hiperurisemia sehingga terjadi penumpukan Kristal monosodium pada sendi yang menimbulkan nyeri dan kekakuan sendi yang menghambat mobilitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada lansia penderita gout arthritis dengan gangguan mobilitas fisik. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan kuesioner instrumen Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dengan penilaian gangguan mobilitas fisik. Pasien Ny.A usia 58 tahun mengalami gout arthritis selama 6 bulan. Hasil penelitian didapatkan klien mengalami nyeri dan kaku pada persendian lutut yang mengakibatkan kesulitan dalam melakukan aktivitasnya. Diagnosa keperawatan yang diambil gangguan mobilitas fisik. Intervensi keperawatan sesuai SIKI adalah Dukungan Mobilisasi dengan latihan Range Of Motion (ROM) dan senam ergonomic. Implementasi yang dilakukan sesuai rencana keperawatan dilakukan selama 7 hari. Evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan gangguan mobilitas fisik sedang (skor 14) menjadi gangguan mobilitas fisik ringan (skor 10). Kesimpulan dari kasus Ny. A adalah dengan Latihan ROM dan senam ergonomic dilakukan secara teratur dapat merangsang dilatasi atau pelebaran pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lancar dan mampu membuang tumpukan asam urat keluar melalui urin, serta menimbulkan pembesaran (hipertrofi) fibril otot.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Keluarga |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo |
| Depositing User: | Wijaya wie Hardiati |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 07:52 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 07:52 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2482 |
