Arvintasia, Jesika Dini Ayu (2024) PENGARUH TERAPI MUSIK DANGDUT TERHADAP TINGKAT RESPON PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT RADJIMAN WEDIODININGRAT. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
AWAL.pdf
Download (364kB)
BAB 1.pdf
Download (79kB)
BAB 2.pdf
Download (207kB)
BAB 3.pdf
Download (100kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (108kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (72kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (142kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
2024 Keperawatan Jiwa
Halusinasi pendengaran merupakan suatu kondisi seseorang mengalami gangguan persepsi pendengaran berupa mendengar suara palsu (tidak nyata) tanpa ada rangsangan sehingga pasien perlu dilatih untuk mengontrol halusinasinya. Selain terapi generalis terdapat berbagai cara lain untuk mengurangi halusinasi pendengaran pasien, salah satunya mendengarkan musik dangdut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat respon pasien halusinasi pendengaran sebelum dan sesudah diberikan terapi musik dangdut. Desain penelitian ini adalah Quasi eksperiment dengan jumlah sampel 21 responden sesuai kriteria yang telah ditentukan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner AHRS (Audiotory Hallucination Rating Scale). Analisis data menggunakan uji Wilxocon Signed Ranks. Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh yang signifikan berupa penurunan tingkat respon halusinasi pendengaran sebelum dan sesudah diberikan terapi musik dangdut dengan nilai ρ = 0.000 (ρ = < 0.05) yang mana artinya hipotesis dapat diterima dan terbukti adanya pengaruh sebanyak 100% atau 21 pasien mengalami penurunan tingkat respon halusinasi pendengaran dari tingkat respon sedang menjadi ringan. Dimana pada saat mendengarkan musik dangdut maka fokus perhatian pasien teralih dari suara-suara halusinasi. Diharapkan dengan adanya penurunan tingkat respon pasien halusinasi pendengaran sesudah pemberian terapi musik dapat menjadi bahan pertimbangan untuk terapi nonfarmakologi bagi penderita halusinasi pendengaran.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Jiwa |
| Depositing User: | Rachmi Septiviana |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 08:13 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/243 |
