RISIKO PERNIKAHAN DINI TERHADAP KEJADIAN BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALISAT

MAULIDA, Sheila Rosariah (2026) RISIKO PERNIKAHAN DINI TERHADAP KEJADIAN BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALISAT. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
Cover-1-14.pdf

Download (466kB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
BAB1 -15-19.pdf

Download (147kB)
[thumbnail of Bab 2] Text (Bab 2)
BAB2-20-61.pdf

Download (317kB)
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
BAB3 -62-74.pdf

Download (265kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
BAB4 -75-90.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (275kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
BAB5 .-91-93.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (136kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Dapus .-94-98.pdf

Download (171kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
Lampiran-99-122.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Pernikahan Dini, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), Ratio Prevalensi.

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Ketidaksiapan biologis dan kondisi kesehatan ibu pada usia remaja diduga berkontribusi terhadap terjadinya BBLR. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Resiko Pernikahan Dini Terhadap Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 49 ibu bersalin, dengan sampel sebanyak 44 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari kohort ibu bersalin, kemudian dianalisis menggunakan Ratio Prevalensi (RP) dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil: Sebagian besar responden tidak melakukan pernikahan dini, yaitu sebanyak 26 orang (59,1%), sedangkan responden yang melakukan pernikahan dini sebanyak 18 orang (40,9%). Sebagian besar bayi lahir dengan berat badan normal (tidak BBLR), yaitu sebanyak 38 bayi (86,4%), sedangkan bayi BBLR sebanyak 6 bayi (13,6%). Hasil analisis menunjukkan nilai Ratio Prevalensi (RP) sebesar 2,89, yang berarti ibu yang melakukan pernikahan dini memiliki risiko 2,89 kali lebih besar melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan ibu yang tidak melakukan pernikahan dini. Kesimpulan: Pernikahan dini menunjukkan kecenderungan meningkatkan risiko kejadian BBLR. Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, peningkatan pelayanan antenatal, serta upaya pencegahan pernikahan dini tetap perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko BBLR.

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Asuhan Kebidanan Neonatus dan Bayi Baru lahir
Kebidanan > Gizi dan Kesehatan Reproduksi
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 0016
Last Modified: 26 Aug 2026 02:16
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2420

Actions (login required)

View Item
View Item