SAY, BETA CIPTA (2026) HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT TEORI SALOVEY DENGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD NGUDI WALUYO WLINGI. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
Cover Luar.pdf
Download (151kB)
lembar pernyataan_beta cipta.pdf
Download (235kB)
Lembar Persetujuan.pdf
Download (218kB)
Lembar Pengesahan.pdf
Download (207kB)
Abstrak Indonesia.pdf
Download (206kB)
Abstrak Inggris.pdf
Download (156kB)
BAB 1.pdf
Download (198kB)
BAB 2.pdf
Download (371kB)
BAB 3.pdf
Download (297kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (287kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (201kB) | Request a copy
Daftar Pustaka.pdf
Download (160kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang : Stress kerja merupakan permasalahan yang sering dialami oleh perawat, khususnya perawat yang bertugas di Instalasi Bedah Sentral, akibat tuntutan kerja yang tinggi, lingkungan kerja yang kompleks, serta tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien. Stress kerja yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada penurunan kinerja perawat, keselamatan pasien, serta kualitas pelayanan keperawatan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mengelola stress kerja adalah kecerdasan emosional, yakni kemampuan individu dalam mengenali, mengelola, dan memanfaatkan emosi secara efektif sesuai dengan teori salovey. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecerdasan emosional menurut teori Salovey dengan tingkat stress kerja di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode Penelitian : Menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan Sampel (total sampling) sejumlah 34 perawat. Instrumen yang digunakan adalah schutte self-report emotional intelligence test (SSEIT) untuk mengukur kecerdasan emosional dan perceived stress scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stress kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil Penelitian : Menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress kerja perawat dengan nilai koefisien korelasi r = -0,836 dan p-value < 0,001. Arah hubungan negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional perawat, maka semakin rendah tingkat stress kerja yang dialami. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional menurut teori Salovey dengan tingkat stress kerja perawat di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Direkomendasikan agar pihak rumah sakit mengembangkan program peningkatan kecerdasan emosional, menyediakan dukungan psikososial, meningkatkan komunikasi antara pimpinan dan perawat, serta mengatur beban kerja secara seimbang guna menurunkan stress kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.
Kata kunci : kecerdasan emosional, stress kerja, perawat, Instalasi Bedah Sentral.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Jiwa Keperawatan > Manajemen Keperawatan |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan (Str.Kep.) > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 07:57 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 07:57 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2296 |
