FEBRIANTI, NANDA AWALYA (2026) IMPLEMENTASI TEORI KOGNITIF SOSIAL MENURUT ALBERT BANDURA MENGGUNAKAN PUZZLE DALAM MENGONTROL PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUR. Karya Tulis Ilmiah thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
1. COVER LUAR.pdf
Download (59kB)
3. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (170kB)
4. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (121kB)
5. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (108kB)
7. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (47kB)
8. ABSTRAC INGGRIS.pdf
Download (48kB)
10. BAB 1.pdf
Download (127kB)
11. BAB 2.pdf
Download (274kB)
12. BAB 3.pdf
Download (189kB)
13. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (149kB) | Request a copy
14. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (149kB) | Request a copy
15. BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only
Download (53kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (178kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar belakang: Halusinasi pendengaran adalah jenis halusinasi yang paling banyak terjadi, diantaranya mendengar suara-suara, paling sering adalah suara manusia yang menyuruh untuk melakukan suatu tindakan karena stimulus yang nyata. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah pemberian terapi aktivitas seperti menyusun puzzle yang dapat digunakan sebagai aktivitas stimulasi kognitif. Tujuan: Tujuan studi kasus ini untuk menganalisis kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran setelah dilakukan aktivitas menyusun puzzle. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek dalam studi ini satu pasien dengan masalah halusinasi pendengaran. Intervensi aktivitas menyusun puzzle dilakukan selama 3 hari melalui komunikasi terapeutik. Hasil: Setelah dilakukan implementasi aktivitas menyusun puzzle selama 3 hari, terdapat peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Verbalisasi mendengar bisikan menurun dari skor 5 menjadi 1, distorsi sensori menurun dari skor 5 menjadi 2, perilaku halusinasi menurun dari skor 5 menjadi 1, melamun menurun dari skor 5 menjadi 3. Kesimpulan: Implementasi teori kognitif sosial Albert Bandura menggunakan puzzle dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran. Intervensi ini dapat menjadi salah satu alternatif terapi keperawatan dalam mengatasi masalah gangguan jiwa khususnya halusinasi.
Kata Kunci: Halusinasi Pendengaran, Teori Kognitif Sosial, Puzzle
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Jiwa |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 0006 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:15 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2242 |
