PENGGUNAAN MEIRU WALLCHART UNTUK MENGIDENTIFIKASI STUNTING PADA ANAK USIA DIATAS 8 TAHUN

Putri, Dzaninda Eka Karunia (2024) PENGGUNAAN MEIRU WALLCHART UNTUK MENGIDENTIFIKASI STUNTING PADA ANAK USIA DIATAS 8 TAHUN. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (795kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (131kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (36kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (373kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (178kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (229kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Stunting, Meiru Wallchart

Abstract

2024 Keperawatan Anak

Stunting merupakan suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi pada makanan dalam jangka panjang yang dapat meningkatkan risiko kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah, serta ketidakseimbangan fungsi tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi stunting pada anak usia diatas 8 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah anak sekolah usia 8-13 tahun. Sampel berjumlah 100 responden dengan teknik consecutive sampling. Waktu pengumpulan data pada 18 April 2024. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan diagram meiru wallchart. Diagram meiru wallchart adalah media yang dikhususkan untuk mengidentifikasi stunting pada remaja dengan diagram batang bertumpuk seukuran dengan tinggi badan sesuai usia. Hasil dari diagram meiru wallchart ini dapat mengkategorikan level stunting yaitu dengan warna orange (stunting berat), warna kuning (stunting ringan), dan warna hijau (normal) .Data dianalisis menggunakan analisa univariate dan analisa crosstabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden yang diteliti terdapat 10% mengalami stunting berat, 17% mengalami stunting ringan, dan 73% tidak mengalami stunting. Faktor dari stunting tersebut salah salah satunya yaitu frekuensi makan, pendidikan orang tua, dan jumlah saudara. Perlunya program yang terintegrasi dan multisektoral untuk meningkatkan pendapatan keluarga, pendidikan orang tua, pengetahuan gizi pada ibu untuk mengurangi kejadian stunting.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Anak
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 0045
Last Modified: 17 Mar 2026 06:45
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/222

Actions (login required)

View Item
View Item