HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DI RUANG BERSALIN PUSKESMAS KOTAANYAR

SEPTIANA, Fenty Amalia (2026) HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DI RUANG BERSALIN PUSKESMAS KOTAANYAR. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
2. BAB I.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
3. BAB II.pdf

Download (370kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
4. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (243kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (185kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
6. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (84kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (115kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Kata Kunci

Paritas, Ketuban Pecah , KPD, Ibu Bersalin

Abstract

Latar Belakang: Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komlikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. Berdasarkan data rekam medis Puskesmas Kotaanyar tahun 2024, dari 278 persalinan yang tercatat, terdapat 142 rujukan ke Rumah Sakit, dan 42 dirujuk dengan diagnosa KPD Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian KPD adalah paritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu bersalin di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Kotaanyar Tahun 2024 sebanyak 278 persalinan. Teknik pengambilan sampel dengan cara menggunakan teknik total sampling berjumlah 84 responden yang diambil menggunakan teknik pemilahan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis dan buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan ibu dengan paritas nullipara sebanyak 39 orang (46,4%). Kejadian KPD dan tidak KPD memiliki proporsi yang sama, masing-masing sebanyak 42 responden (50%). Hasil analisis bivariate menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,101 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu bersalin di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo Tahun 2024 Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu bersalin di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo Tahun 2024. Meskipun demikian, ibu dengan paritas berisiko (primipara dan grandemultipara) memiliki peluang lebih besar mengalami KPD. Oleh karena itu diperlukan peningkatan edukasi kesehatan dan pelayanan antenatal care (ANC) untuk mencegah terjadinya KPD.

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Asuhan Kebidanan Persalinan
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 0009
Last Modified: 31 Jul 2026 09:17
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2132

Actions (login required)

View Item
View Item