MAWARNI, Linda (2026) HUBUNGAN KEBIASAAN DAN JARAK KONSUMSI TEH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE JEMBER. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
COVER SKRIPSI LINDA MAWARNI.pdf
Download (524kB)
BAB 1 SKRIPSI LINDA MAWARNI.pdf
Download (131kB)
BAB 2 SKRIPSI LINDA MAWARNI.pdf
Download (246kB)
BAB 3 SKRIPSI LINDA MAWARNI.pdf
Download (186kB)
BAB 4 SKRIPSI LINDA MAWARNI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB) | Request a copy
BAB 5 SKRIPSI LINDA MAWARNI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (52kB) | Request a copy
DAPUS SKRIPSI LINDA MAWARNI.pdf
Download (198kB)
LAMPIRAN SKRIPSI LINDA MAWARNI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan, termasuk di Kabupaten Jember. Data Dinas Kesehatan tahun 2024 menunjukkan wilayah Sumberjambe memiliki kasus anemia tertinggi sebanyak 246 kasus. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kadar hemoglobin adalah kebiasaan konsumsi teh, karena kandungan tanin dapat menghambat penyerapan zat besi. Selain frekuensi konsumsi, jarak waktu minum teh dengan makan atau tablet Fe juga diduga berpengaruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan dan jarak konsumsi teh dengan kadar hemoglobin ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Sumberjambe Jember. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 50 ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank, Chi-Square. Hasil : Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi teh dengan kadar hemoglobin (p=0,001). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,690 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif, dengan kontribusi sebesar 47,61%, sedangkan 52,39% dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini menunjukkan bahwa semakin jarang konsumsi teh, maka kadar hemoglobin cenderung semakin baik. Sementara itu, jarak konsumsi teh tidak berhubungan signifikan dengan kadar hemoglobin (p=0,220). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi teh dengan kadar hemoglobin ibu hamil trimester III, dimana semakin sering konsumsi teh maka semakin tinggi risiko anemia akibat hambatan penyerapan zat besi. Namun, kadar hemoglobin tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi teh, melainkan juga oleh faktor lain seperti kepatuhan konsumsi tablet Fe, asupan zat besi, status gizi, dan kondisi maternal. Oleh karena itu, pencegahan anemia perlu dilakukan secara komprehensif, termasuk pengaturan konsumsi teh yang tepat.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Kehamilan |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.) |
| Depositing User: | Yeni Racmawati Yeni Racmawati |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 05:09 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 05:23 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2111 |
