PERUBAHAN KENAIKAN BERAT BADAN ANAK STUNTING SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) LOKAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAESAN

SAFITRIE, Vina juliana (2026) PERUBAHAN KENAIKAN BERAT BADAN ANAK STUNTING SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) LOKAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAESAN. Skripsi thesis, https://anthor.org/index.php/anthor.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (138kB)
[thumbnail of BAB 2 (1).pdf] Text
BAB 2 (1).pdf

Download (573kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (103kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (233kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (13kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (240kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Kata Kunci

Anak Balita, PMT Lokal dan Stunting

Abstract

Latar Belakang : Berat badan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status gizi dan pertumbuhan anak, termasuk pada anak yang mengalami stunting. Anak stunting berisiko mengalami gangguan berat badan akibat asupan gizi yang tidak adekuat. Menurut WHO tahun 2023, prevalensi stunting balita dunia mencapai 22%, sementara di Indonesia berdasarkan SSGI 2024 turun menjadi 19,8%. Di Jawa Timur prevalensi stunting tercatat 14,7%, dan Kabupaten Bondowoso berhasil menekan angka dari 37% tahun 2021 menjadi 11,2% tahun 2024. Namun, di wilayah kerja Puskesmas Maesan angka stunting tahun 2024 justru meningkat 1,5% dibanding tahun sebelumnya, dengan prevalensi triwulan I tahun 2025 sebesar 4,7%. Penelitian ini bertujuan menilai perubahan berat badan anak stunting sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) lokal di wilayah kerja Puskesmas Maesan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental design dengan pendekatan one group pre test-post test design. Populasi penelitian ini 71 Anak Balita Stunting dengan sampel berjumlah 61 Anak Balita Stunting dengan teknik sampling simple random sampling. Analisis data menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil : : Diperoleh rata-rata berat badan anak stunting sebelum mengkonsumsi PMT 10,65 kg sedangkan rata-rata berat badan sesudah 11,44 kg. Hasil uji menggunakan paired sampel t-test diperoleh p-value 0,000. Kesimpulan: Terdapat perubahan berat badan anak stunting sebelum dan sesudah mengkonsumi PMT lokal dengan Penelitian ini menyimpulkan bahwa PMT lokal meningkatkan berat badan balita stunting sebesar 0,79 kg. Disarankan pelaksanaan PMT lokal dilakukan secara berkelanjutan dengan pemantauan konsumsi serta edukasi gizi kepada orang tua agar hasil positif dapat dipertahankan.
Kata Kunci: Anak Balita, PMT Lokal dan Stunting

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Neonataus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 27 Jul 2026 05:41
Last Modified: 27 Jul 2026 05:54
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2061

Actions (login required)

View Item
View Item