Tussakinah, Firnanda (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PHLEBITIS DI RUANG ICCU RSUD dr. SOEDONO MADIUN. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
PENDAHULUAN.pdf
Download (329kB)
BAB 1.pdf
Download (117kB)
BAB 2.pdf
Download (226kB)
BAB 3.pdf
Download (81kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (210kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (39kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (186kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (886kB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
2025 Keperawatan Medikal Bedah
area infus dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Phlebitis yang terjadi di unit kritis (ICCU) belum banyak diteliti. Tujuan penelitian: untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya phlebitis di ruang ICCU. Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional, sampel penelitian sebanyak 40 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala Visual Infusion Phlebitis (VIP) dan lembar karakteristik responden. Analisa data menggunakan uji Koefisien Kontingensi dan Spearman Rank. Hasil penelitian: Terdapat 13 responden (32,5%) yang mengalami phlebitis, terdapat hubungan antara lama pemasangan dan penggunaan obat melalui syringe pump dengan kejadian phlebitis dengan p berturut-turut (p=0,000 dan p=0,000) dan C berturut-turut (C=0,473 dan C=0,515). Tidak terdapat hubungan antara tempat pemasangan, diameter kanul, jenis cairan, dominasi area pemasangan dengan kejadian phlebitis dengan nilai p berturut-turut (p=0,095, p=0,206, p=0,232, p=0,681). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan dari beberapa faktor yang diteliti, faktor yang berhubungan dengan kejadian phlebitis diruang ICCU yakni lama pemasangan infus dan penggunaan syringe pump. Kesimpulan: Penggunaan syringe pump berisiko menyebabkan phlebitis karena dipengaruhi oleh osmolalitas dan pH obat yang digunakan. Hubungan lama pemasangan infus kurang dari 72 jam dengan kejadian phlebitis diperkirakan terjadi karena faktor lain, seperti usia dan penerapan teknik aseptik yang kurang optimal. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengidentifikasi lebih lanjut terkait hubungan teknik aseptik dengan kejadian phlebitis di ruang ICCU.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Depositing User: | Rachmi Septiviana |
| Date Deposited: | 22 ['lib/utils:month_short_27' not defined] 2026 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 22:11 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/138 |
