YULIANTI, KRISTIANA (2024) ANALISIS FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA DI SENTRA INDUSTRI KRIPIK TEMPE SANAN MALANG. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (111kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (111kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (93kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (211kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (222kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (200kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (170kB)
9. ABSTRACT INGGRIS.pdf
Download (88kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (376kB)
11. BAB I.pdf
Download (342kB)
12. BAB II.pdf
Download (990kB)
13. BAB III.pdf
Download (539kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (216kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Latar belakang: Industri informal di Indonesia masih menggunakan tenaga kerja pekerja dibanding teknologi yang ada. Salah satu industri informal di Indonesia yaitu, industri kripik. Pekerja pada industri informal kripik tempe dalam proses produksi memiliki aktivitas pekerjaan, serta durasi pekerjaan yang berbeda. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis faktor risiko dengan Musculoskeletal Disorders. Metode penelitian: metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada 33 pekerja menggunakan analisis Fisher’s Exact Test dengan SPSS 26. Instrumen penelitian yaitu, Nordic Body Map (NBM) , stopwatch, dan Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan metode RULA diperoleh rata-rata pekerja memiliki tingkat risiko postur kerja sedang. Hasil analisis menggunakan metode NBM, diperoleh keluhan pada leher atas, leher bawah, bahu kiri, bahu kanan, punggung, lengan atas kanan, dan pinggang. Berdasarkan observasi yang dilakukan rata-rata pekerja memiliki durasi kerja lama. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi postur kerja dengan Musculoskeletal Disorders 0,021 < 0,05 dan nilai signifikansi durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders 0,021 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis jenis kelamin dengan MSDs dibagian tubuh diperoleh nilai signifikansi pada leher bawah 0,035 < 0,05 dan nilai signifikansi siku kanan 0,026 < 0,05. Faktor postur kerja dan durasi kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan Musculoskeletal Disorders. Jenis kelamin dengan MSDs dileher bawah dan jenis kelamin dengan MSDs disiku kanan memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Pada setiap aktivitas pekerjaan dengan postur kerja yang tidak ergonomis, dalam durasi lama memicu terjadinya Musculoskeletal Disorders. Perbedaan jenis kelamin juga menjadi faktor Musculoskeletal Disorders.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Promosi Kesehatan > Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) > HSE Officer |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 03:06 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 03:06 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1334 |
