Rifqi, Fadhila (2025) TINGKAT STRES PERAWAT EMERGENCY DAN UNIT KRITIS DI RSUD dr. SOEDONO PROV. JAWA TIMUR. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
PENDAHULUAN.pdf
Download (723kB)
BAB 1.pdf
Download (92kB)
BAB 2.pdf
Download (89kB)
BAB 3.pdf
Download (236kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (276kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (67kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (213kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
2025 GADAR MABEN
Tingkat Stress Perawat Unit Emergency dan Unit Kritis di RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur. Tugas Akhir, Program Studi DIII Keperawatan Blitar, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama: Ns. Tri Cahyo Sepdianto M.Kep., Sp. KMB Latar Belakang : Unit emergency dan unit kritis merupakan lingkungan kerja penuh tekanan. Kerja yang tinggi dapat memunculkan tantangan, terutama berkaitan dengan stres. Tingkat stres yang tinggi dapat mengurangi produktivitas perawat, mengganggu konsentrasi, dan bahkan meningkatkan risiko kesalahan pengambilan keputusan klinis. Tujuan Penelitian : Menggambarkan tingkat stres perawat unit emergency dan unit kritis di RSUD dr. Soedono Prov. Jawa Timur. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian merupakan perawat Unit Emergency dan Unit Kritis yang diambil dengan metode total sampling. Tingkat stress dikaji melalui kuesioner Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) yang berisi 57 butir pertanyaan. Hasil Penelitian : Tingkat stres yang dialami oleh 70 perawat menunjukkan stres sedang sebanyak 50 orang (71,4%), stress berat sebanyak 18 orang (25,7%), dan tingkat stress ringan 2 orang (2,9%). Sebagian besar perawat dari unit ICU Ventilator mengalami stres sedang sebanyak 17 orang, sementara sebagian besar perawat unit Emergency mengalami tingkat stress berat yaitu sebanyak 14 orang. Terdapat beberapa indikator penyebab stres yang menonjol seperti kematian pasien, konflik dengan dokter, konflik dengan atasan, persiapan emosional yang kurang, ketidakpastian pengobatan, beban kerja tinggi, interaksi dengan pasien dan keluarga, yang sebagian besar masuk dalam kategori stres sedang. Kesimpulan : Tingkat stress perawat unit Emergency berada pada kategori cukup tinggi, sedangkan tingkat stres yang dialami perawat unit kritis termasuk dalam kategori stress sedang. Diharapkan manajemen rumah sakit untuk memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan mental perawat, khususnya yang bekerja di unit Emergency dan unit kritis.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana |
| Depositing User: | Rachmi Septiviana |
| Date Deposited: | 0025 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 03:16 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/129 |
