NADYA, VIVI AINUN (2025) PENGARUH PEMBERIAN KURMA (Phoenix dactylifera) SEBELUM MAKAN PAGI TERHADAP KADAR GDP DAN GD2JPP PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
2. Cover Luar.pdf
Download (449kB)
4. Lembar Orisinalitas.pdf
Download (302kB)
5. Lembar Persetujuan.pdf
Download (448kB)
6. Lembar Pengesahan.pdf
Download (304kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (381kB)
11. BAB I.pdf
Download (613kB)
12. BAB II.pdf
Download (1MB)
13. BAB III.pdf
Download (833kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (193kB) | Request a copy
16. Daftar Pustaka.pdf
Download (304kB)
Kata Kunci
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Salah satu strategi nonfarmakologis untuk mengendalikan kadar glukosa darah adalah intervensi diet menggunakan pangan berindeks glikemik rendah. Kurma (Phoenix dactylifera) memiliki kandungan serat, polifenol, dan indeks glikemik rendah sehingga berpotensi menahan lonjakan glukosa darah pada penderita DM. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian kurma sebelum makan pagi terhadap kadar gula darah puasa (GDP) dan gula darah 2 jam post prandial (GD2JPP) pada penderita DM Tipe 2. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pre-post test with control group. Sampel terdiri dari penderita DM Tipe 2 yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan diberikan kurma Lulu sebanyak 3 butir (±22 gram) sebelum makan pagi selama 7 hari serta edukasi diet DM, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapat edukasi diet DM. Kadar GDP dan GD2JPP diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan taraf signifikansi p < 0,05. Hasil: Terdapat penurunan signifikan kadar GDP pada kelompok perlakuan (146,10 ± 53,67 mg/dL menjadi 146,00 ± 43,92 mg/dL; p<0,05) serta penurunan kadar GD2JPP (193,40 ± 73,06 mg/dL menjadi 182,80 ± 49,27 mg/dL; p<0,05). Pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan bermakna. Kesimpulan: Konsumsi kurma Lulu sebelum makan pagi berpengaruh signifikan terhadap penurunan GDP dan GD2JPP, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai strategi diet nonfarmakologis dalam pengendalian kadar glukosa darah pada penderita DM Tipe 2.
Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Gula Darah Puasa (GDP), Gula Darah 2 Jam Post Prandial (GD2JPP), Kurma.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 22 May 2026 03:54 |
| Last Modified: | 22 May 2026 03:54 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/913 |
