FADHOLI, M. IMAM (2025) PENERAPAN TEORI SELF CARE: DOROTHEA OREM DENGAN TERAPI SUPPORTIVE-EDUCATIVE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN AKTIVITAS SEHARI-HARI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
Abstrak Bahasa Indonesia.pdf
Download (113kB)
BAB I.pdf
Download (129kB)
BAB II.pdf
Download (260kB)
BAB III.pdf
Download (33kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (163kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (129kB) | Request a copy
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (12kB) | Request a copy
Daftar Gambar.pdf
Download (5kB)
Daftar Isi.pdf
Download (1MB)
Daftar Lampiran.pdf
Download (104kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (124kB)
Daftar Tabel.pdf
Download (5kB)
Full Teks KIAN.pdf
Download (1MB)
Lampiran.pdf
Download (1MB)
Lembar Orisinalitas.pdf
Download (4MB)
Lembar Pengesahan.pdf
Download (242kB)
Lembar Persetujuan.pdf
Download (2MB)
Sampul Dalam.pdf
Download (10kB)
Sampul Luar.pdf
Download (9kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Defisit perawatan diri adalah masalah keperawatan yang umum terjadi pada pasien gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan individu melakukan aktivitas dasar secara mandiri dan dapat menimbulkan dampak serius terhadap fisik maupun psikososial, seperti munculnya infeksi kulit, gangguan saluran kemih, malnutrisi, serta kerentanan terhadap penyakit menular. Dari sisi psikososial, pasien cenderung mengalami isolasi sosial, penurunan harga diri, hingga penolakan dari lingkungan. Studi menunjukkan bahwa pasien dengan defisit perawatan diri memiliki risiko kematian dini 2–3 kali lebih tinggi dibanding populasi umum. Pendekatan yang dapat diterapkan adalah terapi supportive-educative berdasarkan teori self-care Dorothea Orem, yang menekankan peran perawat sebagai pendidik dan pendukung dalam meningkatkan kemandirian pasien. Tujuan: menganalisis kemampuan pasien dengan defisit perawatan diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari setelah dilakukan pendekatan supportive-educative berdasarkan teori self-care dari Dorothea Orem. Metode: Desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek adalah pasien dengan diagnosis skizofrenia dan defisit perawatan diri. Intervensi dilakukan selama empat hari melalui komunikasi terapeutik, edukasi dan demonstrasi, latihan mandiri, dan evaluasi. Hasil: Sebelum intervensi, pasien tampak menarik diri, malas mandi, tidak mengganti pakaian, dan tidak memiliki inisiatif. Setelah intervensi, pasien mulai memahami pentingnya kebersihan, menunjukkan minat, dan mampu melakukan sebagian besar perawatan diri secara mandiri. Kesimpulan: Pendekatan supportive-educative berdasarkan teori self-care Dorothea Orem terbukti membantu meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif pendekatan dalam praktik keperawatan jiwa, terutama apabila dilakukan dengan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Jiwa |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 May 2026 41:39 |
| Last Modified: | 08 May 2026 05:41 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/764 |
