NIVATUSANIA, VIRDA DWI (2025) HUBUNGAN RIWAYAT PERNIKAHAN DINI DAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI DESA PANDESARI, KECAMATAN PUJON, KABUPATEN MALANG. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (108kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (142kB)
4. LEMBAR KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (3MB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (3MB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (3MB)
7. ABSTRAK INDO.pdf
Download (191kB)
8. ABSTRAK INGGRIS.pdf
Download (178kB)
9. KATA PENGANTAR.pdf
Download (158kB)
10. DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR LAMPIRAN, DAN DAFTAR SINGKATAN.pdf
Download (211kB)
11. BAB I.pdf
Download (215kB)
12. BAB II.pdf
Download (491kB)
13. BAB III.pdf
Download (340kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (468kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (190kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (203kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (4MB)
Kata Kunci
Abstract
Nivatusania, Virda Dwi. 2025. Hubungan Riwayat Pernikahan Dini dan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 24 – 59 Bulan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Ibnu Fajar, SKM., M.Kes. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kejadian stunting adalah pernikahan dini dan rendahnya kunjungan ANC. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara riwayat pernikahan dini dan kunjungan ANC dengan kejadian stunting pada anak balita usia 24–59 bulan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Sebanyak 38 ibu balita dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran tinggi badan anak, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square, fisher exact, dan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan seluruh responden memiliki riwayat pernikahan dini (<20 tahun), 47,4% tidak melakukan kunjungan ANC sesuai standar, dan 60,5% anak mengalami stunting. Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat pernikahan dini (p = 0,019) dan kunjungan ANC (p = 0,006) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 45,8% variasi stunting, dengan kunjungan ANC sebagai faktor dominan (OR = 11,810), sedangkan pernikahan sangat dini dan dini memiliki OR masing-masing 0,091 dan 0,104. Temuan ini menunjukkan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi faktor gizi, tetapi juga aspek sosial dan perilaku ibu sejak kehamilan. Pemerintah dan tenaga kesehatan perlu melakukan edukasi serta promosi kesehatan untuk menunda usia pernikahan dan meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Kehamilan |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 30 May 0007 |
| Last Modified: | 07 May 2026 05:53 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/613 |
