DEASY, HAYUNDA SHASTA (2025) HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) RISIKO TINGGI DI DESA MULYOREJO, KECAMATAN SUKUN, KOTA MALANG. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
1. Cover Luar.pdf
Download (105kB)
2. Cover Dalam.pdf
Download (143kB)
3. Lembar Pernyataan Keaslian.pdf
Download (136kB)
4. Lembar Persetujuan.pdf
Download (233kB)
5. Lembar Pengesahan.pdf
Download (151kB)
6. Kata Pengantar.pdf
Download (163kB)
7. Abstrak Indonesia.pdf
Download (226kB)
8. Abstrak Inggris.pdf
Download (172kB)
9. Daftar Isi.pdf
Download (208kB)
10. BAB I.pdf
Download (232kB)
11. BAB II.pdf
Download (651kB)
12. BAB III.pdf
Download (395kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
14. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (267kB) | Request a copy
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (510kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Download (3MB)
Kata Kunci
Abstract
Deasy, Hayunda Shasta. 2025. Hubungan Health Belief Model (HBM) dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur (WUS) Risiko Tinggi Di Desa Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing: Dr. Nurul Pujiastuti, S.Kep. Ns, M.Kes. Kesalahan dalam pemilihan kontrasepsi dapat meningkatkan risiko kehamilan yang justru membahayakan kondisi ibu dan janin. Salah satu faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah keyakinan diri dalam menilai risiko dan manfaat dari tindakan yang diambil, yang dapat dijelaskan melalui pendekatan Health Belief Model (HBM). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara HBM dengan pemilihan alat kontrasepsi pada wanita usia subur (WUS) risiko tinggi. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini WUS risiko tinggi sebagai akseptor KB dengan jumlah 68 orang Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 64 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi yang baik terkait kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, dan faktor pendorong. Hasil analisis spearman menunjukkan bahwa ρ value setiap indikator HBM < α (0,05) sehingga H0 ditolak. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara masing-masing indikator HBM dengan pemilihan alat kontrasepsi. Keyakinan wanita usia subur (WUS) risiko tinggi dalam memahami dan mengurangi faktor risiko terhadap kesehatannya berperan penting dalam pemilihan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, pendekatan edukasi yang berfokus pada persepsi individu perlu diterapkan agar program keluarga berencana dapat berjalan lebih tepat sasaran dan efektif, khususnya bagi kelompok dengan risiko tinggi.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 Jul 0005 53 |
| Last Modified: | 07 May 2026 05:37 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/586 |
