AZZAHRA, SASKIA (2025) STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS CUKUP BULAN PADA BY. A USIA 3 HARI DENGAN IKTERUS FISIOLOGIS DI TPMB MAMIK YULAIKAH, BULULAWANG, KAB MALANG. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. Cover Luar.pdf
Download (182kB)
3. Cover Dalam.pdf
Download (181kB)
4. Lembar Pernyataan Keaslian Tulisan.pdf
Download (172kB)
5. Lembar Persetujuan.pdf
Download (147kB)
6. Lembar Pengesahan.pdf
Download (196kB)
7. Kata Pengantar.pdf
Download (140kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (163kB)
9. Abstrak Inggris.pdf
Download (162kB)
10. Daftar Isi.pdf
Download (235kB)
11. BAB I.pdf
Download (212kB)
12. BAB II.pdf
Download (543kB)
13. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (213kB) | Request a copy
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (439kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Download (147kB)
16. Daftar Pustaka.pdf
Download (185kB)
17. Lampiran.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Saskia Azzahra (2025). Asuhan Kebidanan pada Neonatus Cukup Bulan dengan Ikterus Fisiologis di TPMB Mamik Yulaikah, Bululawang, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Duhita Dyah Apsari, S.Keb., Bd., M.Kes Ikterus neonatorum terjadi pada 50–70% bayi cukup bulan dan 80–90% bayi prematur, ditandai dengan warna kuning pada kulit dan sklera akibat peningkatan kadar bilirubin. Di Jawa Timur (2021), ikterus merupakan penyebab kematian bayi keempat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan asuhan kebidanan pada neonatus cukup bulan dengan ikterus fisiologis. Faktor risiko seperti rendahnya asupan ASI serta kurangnya pengetahuan ibu turut berkontribusi terhadap kejadian ini. Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif eksploratif yang dilakukan selama 2 minggu. Subjek penelitian adalah satu neonatus cukup bulan usia ≥3 hari yang mengalami ikterus fisiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, pengkajian biofisiologis, dan wawancara. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi tanda bayi cukup ASI, peningkatan frekuensi menyusu, penjemuran pagi hari, serta pengajaran teknik menyusui yang benar. Hasil menunjukkan perbaikan klinis berupa peningkatan berat badan dari 2.835 gram menjadi 3.510 gram, frekuensi BAK 6–8 kali per hari, hilangnya warna kuning pada kulit, dan meningkatnya kemampuan ibu dalam menyusui langsung. Asuhan kebidanan yang tepat dan edukasi menyeluruh kepada ibu efektif dalam menangani ikterus fisiologis pada neonatus cukup bulan. Bidan diharapkan meningkatkan peran edukatif sejak awal, khususnya terkait teknik menyusui, pemantauan tanda ikterus, dan pentingnya ASI untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Neonatus dan Bayi Baru lahir |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 18 May 2026 |
| Last Modified: | 07 May 2026 05:18 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/554 |
