ARAHMAH, LINTANG MAULIDINA (2025) STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMSIA BERAT DI RSUD SIDOARJO BARAT. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. Cover luar.pdf
Download (35kB)
3. Cover dalam_.pdf
Download (35kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN_.pdf
Download (533kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN_.pdf
Download (326kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN_.pdf
Download (347kB)
7. Kata pengantar_.pdf
Download (134kB)
8. Abstrak Indonesia_.pdf
Download (189kB)
9. Abstrak inggris_.pdf
Download (226kB)
10. Daftar isi_.pdf
Download (135kB)
11. BAB I.pdf
Download (58kB)
12. BAB II.pdf
Download (272kB)
13. BAB III.pdf
Download (207kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (293kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (156kB) | Request a copy
16. Daftar pustaka_.pdf
Download (142kB)
17. Lampiran_.pdf
Download (592kB)
Kata Kunci
Abstract
Lintang Maulidina Arahmah (2025). Asuhan Kebidanan Kehamilan dengan Preeklamsia Berat di RSUD Sidoarjo Barat. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Diploma Tiga Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Sri Rahayu, Dipl.Mid., S.Kep.Ners., M.Kes. Preeklamsia berat (PEB) adalah salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi penyebab utama kematian ibu dan janin. Deteksi dini dan asuhan kebidanan yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini merupakan studi kasus pada Ny.S usia 35 tahun hamil anak kedua dengan faktor risiko riwayat hipertensi dalam keluarga, usia, komplikasi riwayat persalinan sebelumnya, dan multiparitas. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Subjek mengalami hipertensi pada trimester III, dengan proteinuria +3, dan trombosit <100.000/μL. Diagnosis akhir adalah GII P1001 Ab000 usia kehamilan 36-37 minggu tunggal hidup intrauterin letak kepala dengan PEB disertai BSC dan LH CPD. Asuhan kebidanan yang diberikan meliputi pemberian antihipertensi, magnesium sulfat, pemantauan ketat kondisi ibu dan janin, serta terminasi kehamilan melalui operasi abdominal segera. Pasca terminasi, kondisi ibu stabil, kesadaran baik, dan tekanan darah terkontrol. Bayi lahir hidup dengan berat badan 2.045 gram, panjang badan 42 cm, menangis kuat, dan langsung dirawat di ruang perinatologi meliputi observasi tanda vital, pemberian nutrisi melalui feeding tube NGT. Penatalaksanaan yang cepat dan tepat pada kasus PEB terbukti dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Kehamilan |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 0005 |
| Last Modified: | 07 May 2026 05:07 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/535 |
