Faktor Risiko Kejadian Perdarahan Postpartum Di Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri Tahun 2018

Sahraen, . (2019) Faktor Risiko Kejadian Perdarahan Postpartum Di Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri Tahun 2018. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover + halaman depan.pdf] Text
Cover + halaman depan.pdf

Download (355kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf

Download (110kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf

Download (110kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (183kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf

Download (31kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (36kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Perdarahan postpartum, faktor risiko

Abstract

SKRD4A.0096 - NIM:P17321185064

Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir. Pada praktisnya tidak perlu mengukur jumlah perdarahan sampai sebanyak itu, sebab menghentikan perdarahan lebih dini akan memberikan prognosis lebih baik. Perdarahan postpartum merupakan penyebab penting kematian ibu, khususnya pada negara berkembang. Penyebab utama perdarahan postpartum adalah atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, dan robekan jalan lahir.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kejadian perdarahan postpartum di Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel 38 kelompok kasus dan 38 kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan chi-square, serta untuk mengetahui risiko terjadinya menggunakan odds ratio dengan taraf signifikansi 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukkan nilai OR robekan jalan lahir = 4,600 (CI 95%: 1,360–15,554; p<0,05), nilai OR retensio plasenta = 5,308 (CI 95%: 1,568–17,967; p<0,05), nilai OR solusio plasenta = 0,309 (CI 95%: 0,030–3,165; p>0,05), nilai OR paritas = 4,636 (CI 95%: 1,478–14,543; p<0,05), dan nilai OR anemia = 3,864 (CI 95%: 1,265–11,805; p<0,05). Dalam manajemen aktif, dilakukan pemberian oksitosin 10 IU segera setelah bayi lahir, penegangan tali pusat terkendali, dan masase uterus setelah pelepasan plasenta. Strategi ini diyakini akan menurunkan perdarahan pasca persalinan dan mempersingkat kala tiga

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Asuhan Kebidanan Persalinan
Depositing User: pipit pipit
Last Modified: 20 Apr 2026 02:52
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/335

Actions (login required)

View Item
View Item