HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI

Vingky Deshviola, Rifvani (2026) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of 1. COVER KTI.pdf] Text
1. COVER KTI.pdf

Download (660kB)
[thumbnail of 2. BAB 1.pdf] Text
2. BAB 1.pdf

Download (294kB)
[thumbnail of 3. BAB 2.pdf] Text
3. BAB 2.pdf

Download (343kB)
[thumbnail of 4. BAB 3.pdf] Text
4. BAB 3.pdf

Download (347kB)
[thumbnail of 5. BAB 4.pdf] Text
5. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (336kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB 5.pdf] Text
6. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (167kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (408kB) | Request a copy
[thumbnail of 8. LAMPIRAN.pdf] Text
8. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Aktivitas Fisik, Hipertensi, Lansia, PASE.

Abstract

Proses penuaan memicu penurunan elastisitas pembuluh darah yang berkontribusi
terhadap tingginya prevalensi hipertensi pada lansia. Penurunan fungsi fisik sering
kali membuat lansia membatasi pergerakan, padahal kurangnya aktivitas fisik
berpotensi memperburuk kontrol tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia
hipertensi. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan
pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di UPT Pelayanan Sosial
Tresna Werdha Blitar pada bulan Januari hingga Maret 2026. Sampel penelitian
berjumlah 20 responden lansia hipertensi yang diambil menggunakan teknik
sampling jenuh (total sampling). Instrumen penelitian yang digunakan adalah
kuesioner Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) untuk mengukur aktivitas
fisik dan tensimeter untuk mengukur tekanan darah. Analisis data dilakukan
menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki aktivitas fisik dengan
kategori kurang (55%) dan sebagian besar berada pada kategori hipertensi tingkat
2 (50%). Berdasarkan analisis uji statistik korelasi Spearman, diperoleh nilai
signifikansi p-value = 0,027 (p < 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,494.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dengan
kekuatan hubungan sedang antara aktivitas fisik dan tekanan darah pada lansia
hipertensi, di mana lansia dengan aktivitas fisik yang kurang cenderung memiliki
tingkat tekanan darah yang lebih tinggi.

Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Gerontik
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Blitar
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 0002
Last Modified: 02 Oct 2026 09:37
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/3165

Actions (login required)

View Item
View Item