VIDAROINI, RIA RIZQY (2026) HUBUNGAN DURASI PUASA PRE-OPERATIF DAN DURASI OPERASI DENGAN KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING PASIEN GENERAL ANESTESI. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (50kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (236kB)
5. PERSETUJUAN PEMBIMBING.pdf
Download (193kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (375kB)
8. ABSTRAK INDONESIA .pdf
Download (91kB)
9. ABSTRAC INGGRIS.pdf
Download (116kB)
11. BAB I.pdf
Download (150kB)
12. BAB II.pdf
Download (579kB)
13. BAB III.pdf
Download (439kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (337kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (259kB)
Kata Kunci
Abstract
Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi pascaoperasi yang sering muncul pada pasien dengan general anestesi yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memperlambat proses pemulihan serta meningkatkan risiko komplikasi lanjutan. Durasi puasa yang terlalu panjang dan lamanya tindakan pembedahan diduga berperan terhadap peningkatan kejadian PONV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi puasa preoperatif dan durasi operasi dengan kejadian PONV pada pasien general anestesi di RSUD Karsa Husada Batu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 60 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan instrumen Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR). Analisis menggunakan uji Spearman’s Rank dan Quantile Regression menunjukkan bahwa kedua variabel berhubungan signifikan dengan kejadian PONV (p<0,001). Model Quantile Regression pada median (q=0,5) menghasilkan nilai Pseudo R² sebesar 0,180, yang berarti 18% variasi skor PONV dijelaskan oleh kedua variable, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Durasi puasa preoperatif memiliki pengaruh paling dominan (B=0,644; p<0,001) dibandingkan durasi operasi (B=0,036; p=0,007). Hasil ini menunjukkan bahwa lamanya durasi puasa preoperative memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap peningkatan kejadian PONV dibandingkan dengan durasi operasi. Puasa berkepanjangan dapat menyebabkan hipoglikemia, ketidakseimbangan elektrolit, dan peningkatan sekresi asam lambung yang menstimulasi Chemoreceptor Trigger Zone (CTZ) dan pusat muntah di batang otak, sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap mual dan muntah pascaoperasi.
Kata Kunci: Durasi puasa pre-operatif, Durasi Operasi, PONV
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan (Str.Kep.) > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | ['lib/utils:month_short_43' not defined] 2026 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 08:43 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/3032 |
