PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PERSONAL HYGIENE PADA PASIEN SKIZOFRENIA (DEFISIT PERAWATAN DIRI) DI RUMAH SAKIT RADJIMAN WEDIODININGRAT

ANNISA, RAHMANIA FANANI (2026) PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PERSONAL HYGIENE PADA PASIEN SKIZOFRENIA (DEFISIT PERAWATAN DIRI) DI RUMAH SAKIT RADJIMAN WEDIODININGRAT. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of 1. COVER .pdf] Text
1. COVER .pdf

Download (719kB)
[thumbnail of 2. BAB I .pdf] Text
2. BAB I .pdf

Download (416kB)
[thumbnail of 3. BAB II .pdf] Text
3. BAB II .pdf

Download (553kB)
[thumbnail of 4. BAB III .pdf] Text
4. BAB III .pdf

Download (438kB)
[thumbnail of 5. BAB IV .pdf] Text
5. BAB IV .pdf
Restricted to Registered users only

Download (490kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V .pdf] Text
6. BAB V .pdf
Restricted to Registered users only

Download (239kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. DAFTAR PUSTAKA  .pdf] Text
7. DAFTAR PUSTAKA .pdf
Restricted to Registered users only

Download (492kB) | Request a copy
[thumbnail of 8. LAMPIRAN .pdf] Text
8. LAMPIRAN .pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Komunikasi Terapeutik, Skizofrenia, Personal Hygiene, Kepatuhan

Abstract

Pasien skizofrenia sering mengalami defisit perawatan diri,
khususnya dalam personal hygiene, akibat gangguan kognitif, motivasi, dan
persepsi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan
komunikasi terapeutik dalam meningkatkan kepatuhan personal hygiene pada
pasien skizofrenia. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan
deskriptif pada tiga pasien skizofrenia dengan defisit perawatan diri. Metode
Penelitian : Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan
deskriptif pada tiga pasien skizofrenia dengan defisit perawatan diri. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis secara deskriptif naratif serta perbandingan before–after. Hasil
Penelitian : Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pasien memiliki
kepatuhan personal hygiene yang rendah. Setelah penerapan komunikasi terapeutik
secara bertahap, terjadi peningkatan perilaku perawatan diri, seperti mandi teratur,
menyikat gigi, mengganti pakaian, serta peningkatan sikap kooperatif. Faktor
pendukung meliputi dukungan perawat, lingkungan terstruktur, dan reinforcement
positif, sedangkan faktor penghambat meliputi gangguan kognitif, halusinasi,
motivasi rendah, dan fluktuasi emosi. Kesimpulan dan Saran : Disimpulkan
bahwa komunikasi terapeutik efektif dalam meningkatkan kepatuhan personal
hygiene melalui peningkatan kesadaran dan motivasi pasien secara bertahap.
Direkomendasikan agar perawat menerapkan komunikasi terapeutik secara
konsisten dan individual, serta didukung lingkungan perawatan yang kondusif
untuk mempertahankan perubahan perilaku pasien.

Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Jiwa
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Blitar
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 0009
Last Modified: 24 Sep 2026 07:37
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/3013

Actions (login required)

View Item
View Item