GAMBARAN KEMAMPUAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA YANG MENGALAMI KERACUNAN MAKANAN

Aidil Khildan, Priya Utama (2026) GAMBARAN KEMAMPUAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA YANG MENGALAMI KERACUNAN MAKANAN. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf

Download (563kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (152kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (281kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (287kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (213kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (136kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf] Text
7. Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB) | Request a copy
[thumbnail of 8. Lampiran.pdf] Text
8. Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Kata Kunci

kemampuan guru, pertolongan pertama, keracunan makanan, sekolah dasar

Abstract

Latar Belakang : Keracunan makanan merupakan kondisi kegawatdaruratan yang
terjadi di lingkungan sekolah dasar dan memerlukan penanganan cepat untuk
mencegah komplikasi. Guru sebagai penolong pertama memiliki peran penting
dalam memberikan pertolongan awal. Tujuan Penelitian : Menggambarkan
kemampuan guru sekolah dasar dalam melakukan pertolongan pertama pada siswa
yang mengalami keracunan makanan. Metode Penelitian : Penelitian ini
menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 26 guru
di SDN Pakunden 2 dan SDN Turi 2 Kota Blitar. Pengumpulan data menggunakan
lembar observasi berbasis skala Guttman yang mencakup indikator identifikasi,
tindakan, monitoring, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif
dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tingkat kemampuan guru berada pada kategori cukup dan kurang, masingmasing sebesar 50% (13 responden). Pada indikator, identifikasi berada pada
kategori cukup (46,2%), tindakan pada kategori kurang (57,7%), monitoring pada
kategori kurang (65,4%), dan dokumentasi pada kategori baik (100%). Hal ini
menunjukkan bahwa kemampuan guru secara umum cukup namun masih kurang,
terutama pada aspek keterampilan guru melakukan pertolongan pertama pada kasus
keracunan makanan. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa
kemampuan guru belum optimal, sehingga diperlukan pelatihan dan simulasi
pertolongan pertama. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan media
edukasi menggunakan media inovatif untuk meningkatkan kemampuannya.

Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Blitar
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 0059
Last Modified: 16 Sep 2026 03:59
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2938

Actions (login required)

View Item
View Item