Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penatalaksanaan 5 Pilar Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Ponorogo Selatan Kabupaten Ponorogo

Setyadin, Muhammad Tegar (2026) Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penatalaksanaan 5 Pilar Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Ponorogo Selatan Kabupaten Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK_Tegar.pdf] Text
ABSTRAK_Tegar.pdf

Download (243kB)
[thumbnail of BAB I_Tegar.pdf] Text
BAB I_Tegar.pdf

Download (463kB)
[thumbnail of BAB II_Tegar.pdf] Text
BAB II_Tegar.pdf

Download (660kB)
[thumbnail of BAB III_Tegar.pdf] Text
BAB III_Tegar.pdf

Download (672kB)
[thumbnail of BAB IV_Tegar.pdf] Text
BAB IV_Tegar.pdf
Restricted to Registered users only

Download (762kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V_Tegar.pdf] Text
BAB V_Tegar.pdf
Restricted to Registered users only

Download (498kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA_Tegar.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA_Tegar.pdf - Bibliography

Download (473kB)
[thumbnail of LAMPIRAN_Tegar.pdf] Text
LAMPIRAN_Tegar.pdf - Supplemental Material

Download (2MB)

Kata Kunci

Pengetahuan, Intervensi, Pre-test, Post-test

Abstract

Pengetahuan merupakan landasan utama dalam pembentukan perilaku kesehatan, namun tingkat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan penyakit kronis sering kali masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perbandingan tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan edukasi penatalaksanaan 5 pilar Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Ponorogo Selatan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sejumlah 30 responden dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur mengenai 5 pilar penatalaksanaan diabetes. Hasil analisis distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi edukasi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang berada pada kategori kurang, yaitu sebanyak 17 orang (56,67%). Namun, setelah dilakukan intervensi edukasi kesehatan, tingkat pengetahuan responden mengalami peningkatan yang signifikan, di mana sebagian besar responden masuk dalam kategori baik, yaitu sebanyak 16 orang (53,33%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi melalui edukasi kesehatan terstruktur sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman responden secara positif. Oleh karena itu, pihak puskesmas disarankan untuk melaksanakan program edukasi kesehatan secara rutin, berkala, dan berkesinambungan agar tingkat pengetahuan penderita diabetes tetap terjaga secara optimal.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Last Modified: 16 Sep 2026 02:56
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2934

Actions (login required)

View Item
View Item