Latifah, Lila Sufi (2026) Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Penatalaksanaan 5 Pilar Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sambit. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstrak.pdf
Download (545kB)
BAB I.pdf
Download (1MB)
BAB II.pdf
Download (3MB)
BAB III.pdf
Download (2MB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (481kB) | Request a copy
Daftar Pustaka.pdf - Bibliography
Download (1MB)
Daftar Lampiran.pdf - Supplemental Material
Download (87kB)
Kata Kunci
Abstract
Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan manajemen jangka panjang guna meminimalkan risiko komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular. Kepatuhan terhadap lima pilar penatalaksanaan meliputi edukasi, terapi nutrisi medis, aktivitas fisik, intervensi farmakologis, dan pemantauan kadar glukosa darah mandiri menjadi determinan utama dalam keberhasilan terapi. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa perbedaan tingkat pendidikan sering kali berkorelasi dengan pemahaman pasien terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penatalaksanaan lima pilar DM di Wilayah Kerja Puskesmas Sambit. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap penderita DM yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner demografi dan kuesioner Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) yang telah diadaptasi sesuai standar PERKENI. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepatuhan penatalaksanaan lima pilar DM (p=0,001). Mayoritas responden berada pada kategori kepatuhan cukup (44%) dan baik (42%), di mana tingkat pendidikan yang lebih tinggi berbanding lurus dengan kemampuan manajemen mandiri yang lebih optimal. Hal ini menunjukkan, tingkat pendidikan merupakan faktor yang memengaruhi kapasitas kognitif dan psikomotor pasien dalam mengelola penyakitnya. Oleh karena itu, perlu diprioritaskan bagi tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan strategi intervensi melalui skema edukasi yang terus-menerus dan berkelanjutan pada kelompok pasien dengan latar belakang pendidikan rendah demi mencegah progresivitas komplikasi.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo |
| Depositing User: | Wijaya wie Hardiati |
| Date Deposited: | 07 Nov 2026 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 07:31 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2886 |
