Radhata, Thathet Jajang (2024) ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OP FRAKTUR CRURIS DI RUANG SERUNI RSUD dr. SOEDOMO TRENGGALEK. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
1. COVER.pdf
Download (199kB)
2. BAB 1.pdf
Download (130kB)
3. BAB 2.pdf
Download (231kB)
4. BAB 3.pdf
Download (136kB)
5. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (282kB) | Request a copy
6. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (120kB) | Request a copy
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (206kB) | Request a copy
8. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (387kB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
Thathet Jajang Radhata
Asuhan Keperawatan pada klien Fraktur Cruris di Ruang Seruni RSUD dr.
Soedomo Trenggalek
Latar Belakang : Fraktur cruris sendiri merupakan terputusnya tulang tibia dan
fibula disertai dengan kerusakan jaringan lunak. Secara klinis dapat dikatakan
fraktur terbuka jika di sertai kerusakan jaringan lunak otot, kulit, jaringan saraf,
dan pembuluh darah. Sehingga memungkinkan terjadinya hubungan antara
fragmen tulang yang patah dengan udara luar dan fraktur tertutup. Tujuan dari
penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif serta
menganalisa kesenjangan antara fakta dan teori pada klien post operasi fraktur
cruris di Ruang Seruni RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Metode : Dalam penelitian ini peneliti menggunakan deskriptif kualitatif melalui
pendekatan studi kasus di Ruang Seruni RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Partisipan yang diambil penelitian ini adalah 1 klien dengan kriteria bersedia
menjadi partisipan, kooperatif, dan kesadaran penuh serta bersedia memberikan
informasi yang diperlukan dalam penelitian. Metode pengumpulan data yang
digunakan yaitu wawancara, pengamatan, pemeriksaan fisik dan studi
dokumentasi.
Hasil : Dari hasil peneltian ini didapatkan kesenjangan yaitu pola eliminasi,
tanda-tanda vital, sistem respirasi,dan sistem kardiovaskuler . Masalah
keperawatan yang muncul berupa nyeri akut dan gangguan mobilitas fisik.
Intervensi yang digunakan sesuai dengan teori studi kepustakaan yang ada.
Implementasi dilaksanakan berdasarkan intervensi yang telah disusun dan
disesuaikan dengan masalah klien. Evaluasi keperawatan dilakukan selama tiga
hari dengan kriteria hasil masalah teratasi sebagian, klien menunjukan
peningkatan derajat kesehatan.
Kesimpulan : Klien Fraktur Cruris membutuhkan waktu pemulihan yang tidak
singkat, sehingga memerlukan perawatan intensif dan berkelanjutan. Oleh karena
itu, harus diberikan asuhan keperawatan yang tepat agar mempercepat proses
pemulihan dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.
Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Fraktur Cruris, Klien
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Trenggalek |
| Depositing User: | Musriyatun Musriyatun Musriyatun |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 04:00 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2797 |
