FACHRUNNISA, SITI (2026) PENERAPAN EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS ANAK.N DIRUANG ASOKA JINGGA RSUD BANGIL. Karya Tulis Ilmiah thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
2. Cover Luar Kian.pdf
Download (122kB)
4. Lembar Pernyataan Keaslian.pdf
Download (137kB)
5. Lembar Persetujuan Pembimbing.pdf
Download (321kB)
6. Lembar Pengesahan.pdf
Download (393kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (153kB)
9. Abstrak Inggris.pdf
Download (160kB)
11. BAB I.pdf
Download (226kB)
12. BAB II.pdf
Download (521kB)
13. BAB III.pdf
Download (188kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (414kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (262kB) | Request a copy
16. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (188kB) | Request a copy
17. Daftar Pustaka.pdf
Download (158kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TBC dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga dapat menyebabkan ketidakpatuhan dalam menjalani terapi. Tujuan: Menerapan edukasi kepatuhan minum obat OAT pada pasien tuberkulosis anak dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Penelitian dilaksanakan pada 9–12 Februari 2026 di Ruang Anak Asoka Jingga RSUD Bangil dengan subjek An. N usia 15 tahun yang didiagnosis tuberkulosis. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media video animasi selama empat hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi.Hasil: Setelah implementasi pada 9–12 Februari 2026, pengetahuan pasien dan keluarga meningkat mengenai penyakit tuberkulosis, manfaat, jadwal, lama pengobatan OAT, serta dampak ketidakpatuhan. Pasien mampu menjelaskan kembali materi edukasi, meminum OAT sesuai jadwal, dan keluarga berperan sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO). Masalah keperawatan defisit pengetahuan dinyatakan teratasi..Kesimpulan: Penerapan edukasi kepatuhan minum obat OAT efektif meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga sehingga dapat mendukung kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis anak.
Kata Kunci: Tuberkulosis, edukasi kesehatan, kepatuhan minum obat OAT, defisit pengetahuan.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Anak |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 45 ['lib/utils:month_short_31' not defined] 2026 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 08:11 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2539 |
