LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PENGABMAS) 2026 :PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PASAR AMAN BENCANA GUNUNG BERAPI KELUD BERSAMA BLITAR NURSING CARE KOTA BLITAR

ANAM, AGUS KHOIRUL (2025) LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PENGABMAS) 2026 :PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PASAR AMAN BENCANA GUNUNG BERAPI KELUD BERSAMA BLITAR NURSING CARE KOTA BLITAR. Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Laporan pengabmas Agus Complete.pdf] Text
Laporan pengabmas Agus Complete.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Kata Kunci

gunung berapi, pasar, aman bencana

Abstract

Gunung Kelud merupakan ancaman bencana vulkanik yang berulang di wilayah Jawa Timur,khususnya Kabupaten Blitar, Kediri, dan Malang. Sejarah letusan pada 1919 (5.190 korban jiwa), 1966 (210 korban), 1990, dan hampir letusan pada 2007 menunjukkan dampak serius seperti kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, dan korban jiwa. Pasar Wage Kota Blitar, terletak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I dengan jarak 15 km dari gunung, berpotensi terdampak lahar, hujan abu, air
asam, awan panas, dan lontaran batu. Pedagang pasar sering menjadi korban utama, menekankan urgensi peningkatan pengetahuan dan pengurangan risiko bencana melalui edukasi dan pelatihan. Studi pendahuluan bersama Blitar Nursing Care (BNC) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) mengungkapkan kekurangan signifikan di Pasar Wage: belum adanya pengenalan atau pelatihan kesiapsiagaan erupsi Gunung Kelud oleh pengelola pasar maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tidak tersedianya tanda jalur evakuasi memperburuk kerentanan, sementara data kejadian bencana sebelumnya menyoroti pentingnya sosialisasi lintas
sektor untuk membangun kesadaran dan keterampilan mandiri dalam menghadapi ancaman vulkanik.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memfasilitasi pembentukan Pasar Siaga Bencana melalui edukasi erupsi Gunung Kelud, tata cara evakuasi mandiri, dan pertolongan pertama pada
korban. Secara spesifik, diharapkan kesepakatan pembentukan tim siaga, peningkatan kesiapsiagaan via edukasi, pelatihan, dan simulasi (diukur pre-post test), serta pelatihan evakuasi dan penanganan korban (diukur checklist SOP). Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa miniatur pasar siaga bencana digunakan untuk memvisualisasikan bangunan, jalur evakuasi, dan prosedur aman dengan
audio visual aids. Tahapan pengabmas mencakup sosialisasi awal untuk pemahaman risiko, pelatihan keterampilan evakuasi dan pertolongan pertama dengan mitra seperti BPBD dan FPRB, serta simulasi evaluatif untuk membentuk tim siaga berkelanjutan. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan
ketangguhan Pasar Wage, tetapi juga menjadi model replikasi di pasar rawan bencana lainnya, mendukung pengurangan risiko nasional.

Item Type: Other
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Blitar
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 27 Aug 2026 10:30
Last Modified: 27 Aug 2026 10:30
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2494

Actions (login required)

View Item
View Item