ARIFAH, Arifah (2026) HUBUNGAN UMUR KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD BESUKI. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
SKRIPSI ARIFAH - P17331255004 (AWAL).pdf
Download (937kB)
SKRIPSI ARIFAH - P17331255004 (BAB 1).pdf
Download (186kB)
SKRIPSI ARIFAH - P17331255004 (BAB 2).pdf
Download (375kB)
SKRIPSI ARIFAH - P17331255004 (BAB 3).pdf
Download (273kB)
SKRIPSI ARIFAH - P17331255004 (BAB 4).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (288kB) | Request a copy
SKRIPSI ARIFAH - P17331255004 (BAB 5).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB) | Request a copy
SKRIPSI ARIFAH - P17331255004 (DAFTAR PUSTAKA).pdf
Download (177kB)
SKRIPSI ARIFAH - P17331255004 (LAMPIRAN).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data WHO tahun 2023, asfiksia menyumbang sekitar 23% dari seluruh kematian neonatal global. Berdasarkan data Kemenkes RI (2021) angka kejadian asfiksia pada tahun 2020 sebesar 5.549 kasus (27,4%) mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar 5.464 kasus (27%)(kemenkes RI, 2020). Menurut data Profil kesehatan Jawa Timur Angka kejadian asfiksia pada tahun 2020 sebanyak 828 kasus (Profil kesehatan Jawa Timur, 2020). Angka kejadian Asfiksia di Kabupaten Situbondo pada tahun 2021 tercatat 22 kasus. Tujuan Penelitian :untuk mengetahui hubungan umur kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Besuki. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang melahirkan di RSUD Besuki periode Desember 2025 Februari 2026 sebanyak 90 orang, dengan sampel 73 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan sampel secara kebetuan dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil Penelitian : Umur kehamilan prematur sebanyak 16 reponden (21,9%), Aterm sebanyak 53 responden (72,6%) dan postterm sebanyak 4 responden (5,5%), sedangkan bayi baru lahir yang mengalami asfiksia ringan sebanyak 51 bayi (69,9%), asfiksia sedang sebanyak 19 bayi (26,0%) dan asfiksia berat sebanyak 3 bayi (4,1%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p=0,000<α0,05 dengan koefisien korelasi r=-0,537 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna dengan kekuatan hubungan sedang antara umur kehamilan dan kejadian asfiksia neonatorum. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara umur kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Besuki. Bayi yang lahir pada usia kehamilan tidak aterm memiliki risiko lebih tinggi mengalami asfiksia. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan mutu pelayanan antenatal care (ANC), melakukan skrining faktor risiko secara dini, serta memperkuat keterampilan resusitasi neonatus guna menurunkan angka kejadian asfiksia.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Neonataus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.) |
| Depositing User: | Yeni Racmawati Yeni Racmawati |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 05:25 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 05:25 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2124 |
