WUNGU, PINGGAN RATU PRAMUDIVA KENCANA (2026) PENERAPAN KOMBINASI TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDIKTOMI DI RUANG BIMA RSUD NGUDI WALUYO WLINGI. Tugas Akhir thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (28kB)
4. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (29kB)
5. PERSETUJUAN PEMBIMBING.pdf
Download (298kB)
6. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (398kB)
11. BAB I.pdf
Download (104kB)
12. BAB II.pdf
Download (310kB)
13. BAB III.pdf
Download (118kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (284kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (156kB) | Request a copy
16. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (82kB) | Request a copy
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (106kB)
Kata Kunci
Abstract
Appendisitis merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan bedah yang sering memerlukan tindakan appendiktomi. Salah satu masalah keperawatan yang paling sering muncul setelah tindakan appendiktomi adalah nyeri akut akibat kerusakan jaringan pasca pembedahan. Nyeri yang tidak teratasi dapat menghambat mobilisasi, mengganggu istirahat, memperlambat proses penyembuhan, dan menurunkan kenyamanan pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk menurunkan intensitas nyeri adalah teknik relaksasi genggam jari dan relaksasi napas dalam. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis asuhan keperawatan manajemen nyeri dengan penerapan teknik relaksasi genggam jari dan relaksasi napas dalam pada pasien post operasi appendiktomi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan satu partisipan pasien post operasi appendiktomi yang dirawat di Ruang Bima RSUD Ngudi Waluyo Wlingi pada tanggal 18–20 April 2026. Asuhan keperawatan dilakukan melalui tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik relaksasi genggam jari dan relaksasi napas dalam diberikan dua kali sehari selama 3×24 jam. Hasil studi menunjukkan bahwa diagnosis keperawatan utama yang muncul adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik akibat tindakan operasi. Setelah dilakukan intervensi selama 3×24 jam, terjadi penurunan intensitas nyeri secara bertahap dari skala 7 menjadi skala 2. Selain itu, ekspresi meringis berkurang, perilaku protektif menurun, pasien tampak lebih rileks, kualitas istirahat membaik, dan kemampuan mobilisasi meningkat. Pasien juga mampu melakukan teknik relaksasi secara mandiri pada hari terakhir perawatan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa kombinasi teknik relaksasi genggam jari dan relaksasi napas dalam efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi appendiktomi serta meningkatkan kenyamanan dan kemandirian pasien selamamasa pemulihan.
Kata Kunci: Appendiktomi, Nyeri, Relaksasi Genggam Jari, Relaksasi Nafas Dalam
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | ['lib/utils:month_short_24' not defined] 2026 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 08:19 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2056 |
