PERILAKU PENCEGAHAN KEGAWATDARURATAN DIABETES MELITUS: HIPERGLIKEMIA DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL

Fadlilah, Arina Ainul (2024) PERILAKU PENCEGAHAN KEGAWATDARURATAN DIABETES MELITUS: HIPERGLIKEMIA DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (436kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (487kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (170kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (743kB) | Request a copy

Kata Kunci

Perilaku Pencegahan, Kegawatdaruratan Diabetes Melitus, Health Belief Model.

Abstract

2024 Gawat Darurat

Kegawatdaruratan diabetes melitus merupakan perubahan drastis dalam kadar gula darah yang berdampak penurunan kesadaran jika tidak dilakukan suatu pencegahan.
Health Belief Model merupakan teori perilaku kesehatan untuk memahami perilaku kesehatan individu mencakup enam komponen dasar (Persepsi Kerentanan, Persepsi Keparahan, Persepsi Manfaat, Persepsi Hambatan, Isyarat Untuk Bertindak, Keyakinan Diri). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku pencegahan kegawatdaruratan diabetes melitus: hiperglikemia dengan pendekatan Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Besar sampel
sebanyak 30 pasien DM yang diambil dengan teknik purposive sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku pencegahan kegawatdaruratan diabetes melitus: hiperglikemia berbasis keyakinan sebanyak 19 pertanyaan. Teknik
analisa data menggunakan analisa univariat. Sebanyak 46,7% pasien DM mempunyai risiko rentan hiperglikemia, 40% pasien DM mempunyai risiko parah hiperglikemia, 50% pasien DM mempunyai risiko manfaat hiperglikemia, 36,7% pasien DM mempunyai risiko ada hambatan, 50% pasien DM mempunyai risiko mampu hiperglikemia, 50% pasien DM mempunyai risiko dorongan hiperglikemia semuanya cenderung melakukan pencegahan hiperglikemia. Perilaku pencegahan kegawatdaruratan diabetes melitus: hiperglikemia cenderung melakukan pencegahan hiperglikemia karena menyadari pentingnya mengontrol kadar gula darah, takut akan bahaya komplikasi diabetes, merasakan manfaat dari pengobatan
dan gaya hidup sehat, termotivasi untuk berperilaku sehat, didukung oleh penyuluhan dan dukungan keluarga, motivasi tinggi dalam pencegahan hiperglikemia.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 02 Dec 0003 58:04
Last Modified: 12 Mar 2026 02:58
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/201

Actions (login required)

View Item
View Item